409 Pembaca
Print Friendly, PDF & Email

Massa aksi yang mengatasnamakan dirinya GRTKHB menggelar demo di Jl. Marsda Adisucipto dengan menggunakan mobil Pertamina yang mengangkut gas LPG. Mereka menolak kenaikan BBM bersubsidi dan menuntut nasionalisasi aset.

lpmarena.com, Senin, (17/06). Ratusan orang yang mengatas namakan Gerakan Rakyat Tolak Kenaikan Harga BBM (GRTKHB) menggelar aksi penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi di pertigaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Massa aksi tersebut terdiri dari berbagai organisasi yang ada di Yogyakarta.

Di antaranya Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), Sekolah Bersama (SEKBER), Pembebasan, Komite Penyelamat Organisasi Perhimpunan Rakyat Pekerja (KPO-PRP), Gerakan Pemuda Patriotik Mahasiswa (GPPI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (KBM-UAD), Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI), dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Arena UIN Sunan Kalijaga.

Aksi ini diawali di depan gedung Multi Purpose UIN Suka sekitar pukul 11.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan menyusuri Jl. Timoho menuju Jl. Marsda Adisucipto (Pertigaan UIN Suka) dengan membawa replika keranda mayat disertai foto SBY-Boediyono. Replika tersebut dimaksudkan untuk melambangkan matinya hati nurani SBY-Boediyono yang berencana menaikkan harga BBM Bersubsidi.

Tadinya aksi ini merupakan aksi damai. Para demonstran membentangkan kain putih dan meminta tanda tangan pada masyarakat Yogya yang melintasi Jl. Marsda Adisucipto sebagai bentuk penolakan masyarakat atas kenaikan harga BBM. Namun kemudian aksi ini menjadi agak tegang karena ada mobil berplat merah yang melintas di lokasi aksi dan berusaha dicegat oleh para demonstran..

Ketegangan ini kemudian memuncak ketika para demonstran menyita kendaraan berplat merah sebanyak dua kali dan digunakan oleh para demonstran untuk berorasi. Salah satu mobil berplat merah yang disita adalah mobil pengangkut gas elpigi milik Pertamina. Setelah mobil berplat merah dibebaskan, aksi dilanjutkan dengan memblokir Jl. Marsda Adisucipto yang menuju ke arah timur, dan kemudian membakar replika keranda beserta foto SBY-Boediyono.

Aksi ini ditutup dengan pembacaan sikap oleh Iwan, Kordinator Umum (Kordum) aliansi. Tuntutan dari para demonstran tersebut yaitu: tolak kenaikan harga BBM, nasionalisasi aset-aset negara termasuk migas dan harus di bawah kontrol rakyat, cabut semua regulasi yang meliberalisasi segala sektor termasuk permigasan, dan jalankan UU ’45 pasal 33.

Sebelum aksi bubar, Adit, Kordinator Lapangan (Korlap) aksi mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar dan akan memblokir bandara Yogja.

“Jika SBY-Boediyono tetap menaikkan harga BBM, maka kami (para demonstran, red.) akan melakukan aksi lagi dan akan memblokir bandara Yogya”, ancamnya. [Utsman Hadi]

Editor: Noer Hasanatul Hafshaniyah