134 Pembaca
Print Friendly, PDF & Email

Lpmarena.com, Mahasiswa difabel UIN Suka tidak menggunakan hak pilih alias golput dalam Pemilwa yang diselenggaran pada Kamis (03/12) di seluruh Fakultas. Sikap golput dipilih  karena kekecewaan mereka terhadap kerja Presma, DEMA, BEM-F, maupun BEM-J selama ini.

Ahmad Abdullah , salah satu mahasiswa difabel berpendapat, kerja birokrasi mahasiswa tidak pernah mengakomodir kepentingan mereka, “Karena diantara program-programnya itu tidak ada yang menunjang teman-teman difabel.”

Muhrisun Afandi, selaku ketua Pusat Layanan Difabel (PLD) mengatakan, isu-isu disabilitas tidak dianggap sesuatu yang penting untuk disuarakan oleh para kandidat. Akibatnya, kebanyakan mahasiswa difabel tidak mempunyai pilihan lain selain golput. “Kalau mereka (mahasiswa difabel-red) ditanya, kamu mau milih siapa? Nggak ada pilihak pak, nggak menjanjikan akan membela difabel.”

Sidik, ketua Sahabat Inklusi turut berkomentar bahwa sikap golput mahasiswa difabel disebabkan karena mahasiswa difabel belum pernah tersentuh kerja-kerja dan kebijakan dari DEMA maupun BEM. “BOM-F selalu punya acara sendiri tidak pernah berkaitan dengan PLD,” ungkapnya.

Reporter: Nurul Ilmi

Redaktur: Subarkah