114 Pembaca
Print Friendly, PDF & Email

Puisi-puisi oleh Abd. Rasyid*

LAKON PUNGGUNG LAUTAN                                                                                       

Sejarah telah panjang menceritakan nasib negeri ini

Kehidupannya sebagian besar menggambarkan gelombang di lautan

Banyak menyimpan kemilau mutiara dan ganas tajamnya karang

 

Senyum kadang terlahir darinya

Dari taburan jala membuat dahaga dan menguras tenaga sebagian rakyat kecil

Yang kemudian tak segan-segan menjadi genggaman mutiara

Sebagai tanda adanya kehidupan di esok lusa

 

Namun, demikian juga tangis yang menderu tak bisa memungkiri

Bahwa itu bukti dari keganasan

Terkoyak di dalam dirinya sendiri

Mau pun yang membludak ke rumah-rumah warga di sekitarnya

Hingga memaksa memilih rumah-rumah yang bukan impiannya

 

Yogyakarta, Januari 2016

 

TERBENAM

Terkapar aku menanti senja

Dari lamunan burung hingga ke persinggahannya

Beribu imajinasi menggelegar

Dari bait-bait suci sampai celoteh makhluk halus

Ah, lempar saja nuranimu”

Jerit parau batin tak bertuhan

Dia sudah membuat kabut yang sering meludahi hati dari bahasamu”

Kembali umpatan kelam menelanjangi

Aku jadi kelu dalam lesuku

Setiap dentang detik

Memercikkan badai untuk menenggelamkan

Yang baru saja membelah samudera

Dengan kapal pengembara cinta

 

Yogyakarta, Februari 2016

 

MIMPI SORE

Lagu samar telah memulainya

Memukul paruh, mematuk ranting

Menatap sayu melepas lapar seharian

Mengibas sayap berucap selamat

Selamat kenyang

Selamat pulas

Selamat terang tertindih gelap

Selamat redup kembali benderang

Semoga selamat sampai selamat

Hingga selamat kembali lagi

 

Yogyakarta, Maret 2016

 

*Abd. Rasyid, lahir 25 April 1996 di Sumenep, Madura. Mahasiswa Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bergiat sastra di Senopati Art Jogja, alumni PP. Aqidah Usymuni Terate Sumenep. Saat ini berdomisili di Daerah Istimewa Yogyakarta.