189 Pembaca
Print Friendly, PDF & Email

Realitas kota hari ini menunjukkan tanda-tanda yang menghawatirkan dengan menghegemoninya logika pasar neoliberal dalam menentukan kebijakan-kebijakan politik dan ekonomi. Hal tersebut menjadikan kota sebagai pusat penyerapan akumulasi surpus kapital yang mana hal tersebut dijadikan sebagai tolok ukur “kemajuan dan kenyamanan”.

Namun hal itu pun menyisakan sisi negatif dari hubungan sosial yang timpang antar pihak-pihak tertentu. Karena surplus kapital selalu diperoleh dari tempat dan sejumlah orang tertentu, maka surplus hanya beredar dan dikontrol pihak elit tertentu. Hal tersebut kemudian memunculkan fenomena kelas antar pihak “perampas” dan pihak yang “terampas”.

 

img-20161210-wa0000

Pembangunan perkotaan sendiri selalu menjadi ajang pertarungan kepentingan antara pihak masyarakat dan kapitalis (investor atau pengembang) yang kemudian ditengahi oleh pihak pemerintah yang merupakan pihak pembuat dan pelaksana kebijakan. Celakanya, pemerintah-pemerintah di dunia kini umumnya mengacu pada pandangan dunia neoliberalisme dalam menentukan kebijakan pembangunan dan tata kelola kota-kota di dunia. Hasilnya, pihak pemerintah yang merupakan “penengah” antar kepentingan justru cenderung berpihak pada kaum kapitalis.

Proses pembangunan kota tidak dilalului dengan proses-proses yang manis dan membanggakan diri kaum kapitalis tanpa diiringi tragedi kemanusiaan yang memilukan. Peminggiran dan penggusuran kaum miskin urban yang dianggap sebagai biang keladi kesemerawutan kota menjadi kebijakan yang lumrah demi mewujudkan kota impian.

Maraknya penggusuran, pembangunan infrastruktur, dan kapital yang tanpa sopan menyepelekan tata kehidupan masyarakat. Mengingat menggelisahkannya kondisi tersebut, ANARKIS.ORG, LIBERTAS, dan LPM ARENA mengadakan acara diskusi publik dengan perspektif antiotoritarian soal perjuangan mempertahankan, merebut, dan menjaga ruang-ruang hidup diperkotaan.

Pembicara:

1. Herry Sutresna
(Front Api Bandung)

2. Dicky Ermandara
(Kontributor kolom logika IndoProgress)

Pemantik:
Rifai Asyhari
(Aktivis Jurnalis)

 

Tempat dan waktu:

Selasa, 07:30 pm, 13 Desember 2016

NEMO CAFE, Jalan Nologaten No. 333, Sleman 55281

 

//Repertoar: Metalisasi Puisi & Wins Komering

____
*agenda keroyokan LIBERTAS – LPM ARENA – ANARKIS.ORG