460 Pembaca
Print Friendly, PDF & Email

Kondisi parkiran Student Center (SC) kurang mendapat perhatian. Parkiran SC gelap, becek kala hujan, dan rusak. Hal tersebut menyebabkan keamanan dan kenyamanan parkiran SC kurang.

Lpmarena.com- Naiknya nominal uang kuliah tunggal (UKT) tidak selalu diiringi dengan peningkatan kualitas sarana yang ada. Salah satunya tempat parkir di gedung Student Center (SC) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Berdasarkan beberapa mahasiswa yang ARENA wawancara mengatakan, kondisi tempat parkir masih jauh dari rasa aman dan nyaman. Hal tersebut membuat mahasiswa yang hilir-mudik ke SC merasa khawatir.

Hingga saat ini penerangan di sekitar tempat parkir SC padam. Titis mahasiswi semester dua Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora mengaku merasa was-was ketika malam hari berjalan di area tersebut.

“Pernah pas saya pulang dari SC, jalan di sekitar SC itu kan gelap, ternyata di samping saya ada gerombolan. Kan bahaya kalau perempuan dalam kondisi itu,” tutur Titis. Gelapnya tempat parkir SC ini pun sangat membahayakan pejalan kaki seperti Titis. Ia mengaku hampir terjatuh menginjak jalan berlubang yang tak dilihatnya karena kondisi di area tersebut gelap.

“Lahan parkirnya kurang luas dan gelap. Bisa saja terjadi tindakan kriminal kalau gelap kayak gitu,” ujar Rismanto mahasiswa semester empat Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum. Ia  juga mengatakan, pencurian helm di tempat terang saja bisa terjadi apalagi di tempat gelap.

Bagiyo pun membenarkan pernyataan Rismanto.  Selama 17 tahun bekerja sebagai satpam di UIN, ia kerap kali memergoki pencuri helm yang sedang mencuri helm di parkiran SC. Ia pun menyayangkan kondisi parkiran SC yang gelap. Menurutnya, hal tersebut sangat membuka celah terjadinya tindak kriminalitas. Padahal pihak keamanan telah meminta kepada pimpinan universitas agar setiap parkiran dilengkapi kamera CCTV dan penerangan yang memadai, termasuk parkiran di SC.

Untuk meminimalisir tindakan kriminal, di parkiran SC ditempatkan seorang satpam dan seorang juru parkir, begitu pula di area parkir lainnya. Selain itu, patroli juga dilakukan setiap satu jam sekali. Pemeriksaan STNK pun kerap dilakukan.  “Dalam kondisi parkiran SC yang kayak gitu (gelap) sebaiknya mahasiswa lebih waspada. Terutama kunci motor jangan sampai tertinggal,” tutur Bagiyo sembari menunjukkan salinan STNK dan NIM milik mahasiswa yang akan mengambil kunci motor yang tertinggal.

Selain penerangan, kondisi sekitar lahan parkir yang selalu tergenang air kala hujan pun memperparah keadaan.  Lokasi SC yang berada di dataran rendah membuat aliran air hujan mengalir ke sana. “Saya khawatir tergelincir saat melewati turunan ke SC itu, licin, bahaya kalau yang ban motornya gundul,” ungkap Adi Widya mahasiswa semester delapan Jurusan Teknik  Informatika Fakultas Sains dan Teknologi. Menurut mahasiswa yang sering ke sekretariat HIMA IT ini, area parkir motor selalu becek ketika hujan turun.

Mengenai penerangan parkiran SC yang padam dalam jangka waktu cukup lama, Khoirul Anwar  sebagai staf Subbag Bina Bakat Minat Mahasiswa Student Center, mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab matinya penerangan tersebut. Ketidaktahuannya tersebut  dikarenakan  baru tahun ini ia ditugaskan mengelola SC.

Namun tentang air yang selalu menggenang di parkiran SC ketika hujan, menurut Khoirul penyebabnya adalah kekeliruan dalam perencanaan pembangunan lokasi SC. “Mungkin ada yang terlewatkan dalam perencanaan yaitu saluran air. Apalagi ini dataran rendah,” komentar Khoirul Arena temui Jum’at,(24/2) di Student Center.

Tak ada tanggapan yang detail dari Khoirul tentang anggaran dan perbaikan parkiran SC. “Memang benar saya salah satu pengelola SC, tapi bukan wewenang saya menjawab tentang anggaran. Rumah tangga universitas yang mengurusi penganggaran untuk keperluan fisik seperti lampu dan lain-lain,” jelas Khoirul. Ia mengatakan lebih bertanggungjawab terhadap pembinaan yang sifatnya sosial, bukan fisik bangunan. “Walaupun tidak menutup kemungkinan kritik dan saran fisik SC termasuk parkirannya disampaikan kepada kami selaku pengelola SC,” tambah Khoirul.

“Aku rasa adanya perbaikan sarana dan prasarana di SC khususnya tempat parkir SC merupakan keinginan semua pengguna tempat parkir sc,” ujar Dewi Anggraeni mahasiswa Jurusan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang juga aktif di salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa.

Menurutnya banyak hal yang harus diperbaiki dari tempat parkir student center. Selain penerangan yang tidak ada sehingga menimbulkan terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti kepeleset, terjadinya kasus pencurian helm, dan lain sebagainya, juga perlu adanya perbaikan lahan di SC sehingga tidak melulu terjadi genangan ketika turun hujan. “Semoga perbaikan dilakukan secepatnya, tidak ditunda tunda,” ucap Dewi.

Dewi mengatakan, dengan perbaikan sarana dan prasarana di SC, hal tersebut dapat memperlancar juga memberikan kenyamanan bagi mahasiswa maupun mahasiswi yang menjalankan aktivitasnya di SC.

Magang: M. Naufal Wiratama Azhari

Reporte: Wulan