255 Pembaca
Print Friendly, PDF & Email

Lpmarena.com- Peraturan perundang-undangan dalam konteks negara hukum merupakan suatu keniscayaan, tidak terkecuali Indonesia. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 1 ayat (3), sehingga negara dalam menjalankan tugas dan fungsi kenegaraannya mendapatkan legitimasi dan keabsahannya.

Dalam konteks Indonesia, regulasi yang dijadikan dasar penyelenggaraan negara haruslah mencerminkan kepentingan dan keberpihakan terhadap rakyat. Hal ini disampaikan Rian Budiarto (aktivis mahasiswa) dalam acara Screening Film Samin Vs Semen dan Diskusi Publik dengan tema Mahasiswa dalam Gerakan Kerakyatan yang bertempat di Gelanggang Teater Eska UIN Sunan Kalijaga, Jum’at, (14/04). Ia juga menekankan pentingnya perlindungan secara yuridis tersebut agar kesejahteraan rakyat senantiasa menjadi patokan utama.

“Penyelenggaraan kenegaraan itu haruslah didasarkan pada suatu peraturan perundang-undangan atau regulasi yang berlaku dan pro-rakyat,” ujarnya.

Rian juga menuturkan muatan pengakuan dan perlindungan secara yuridis tersebut jangan hanya berhenti di atas kertas saja dalam bentuk undang-undang, tetapi juga bersinergi dalam kenyataan yang ada.

Menilik pada kasus yang baru-baru ini terjadi, semisal pendirian pabrik semen di Kendeng, Jawa Tengah, yang memiliki kecenderungan bahwa hukum determinan terhadap politik. Determinisme terhadap politik dapat dilihat dari ketidaktaatan penguasa terhadap putusan pengadilan yang memerintahkan dan memutuskan bahwa pendirian pabrik terlalu riskan serta akan berdampak negatif terhadap masyarakat sekitar yang terdampak.

Senada dengan Rian, Abdul Rohim selaku Pimpinan Umum ARENA yang juga menjadi pembicara sebagaimana disampaikan dalam pembukaan diskusi bahwa secara pribadi yang memiliki kedekatan emosional dan teritorial, keberadaan  pabrik semen terlalu dipaksakan oleh pemerintah tentu akan berdampak terhadap masyarakat sekitar. Masyarakat akan terisolir secara ekonomi dan sosial dalam jangka panjang.

“Pendirian pabrik semen yang terlalu dipaksakan tersebut tentu akan berdampak panjang, tidak hanya pada generasi saat ini, namun juga kehidupan generasi selanjutnya,” ujarnya.

 

Reporter: Rodiyanto

Redaktur: Wulan