317 Pembaca
Print Friendly, PDF & Email

Lpmarena.com – Aksi turun ke jalan dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat untuk Satu Mei (ARUS) untuk memperingati Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2017. Aksi long march dilakukan dari Jalan Abu Bakar Ali sampai ke titik nol kilometer Yogyakarta. Massa aksi yang hampir mencapai 300 orang ini menuntut hak-hak buruh yang seringkali dicurangi oleh penguasa, terutama oleh rezim Jokowi-JK.

Massa aksi ARUS yang berkonsolidasi bersama 19 organisasi mahasiswa menyatakan dengan tegas bahwa kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Jokowi menindas kaum buruh. Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan, secara tidak langsung membatasi buruh untuk mendapat kesejahteraan dan penghidupan layak.

“Bentuk konkrit dari praktek UU perlindungan buruh sama sekali belum ada. Fasilitas-fasilitas untuk kesejahteraan buruh dalam undang-undang seperti khayalan belaka,” ujar Arika, salah satu massa aksi dari Liga Forum Studi Yogyakarta (LFSY).

Arika menegaskan, kapitalisme dan penindasan harus terus dilawan. Aksi mahasiswa yang bergabung dengan para buruh ini menunjukkan keberpihakan mahasiswa kepada buruh. “Mahasiswa dan buruh ingin menebar biji-biji revolusi untuk membentuk kehidupan negara yang lebih baik, tanpa kelas-kelas, lebih makmur, dan tanpa penindasan.”

Sebagai wadah gerakan rakyat di Yogyakarta dalam peringatan Mayday tahun 2017, ARUS menuntut kepada rezim Jokowi-JK dan menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Tolak sistem pasar bebas
  2. Cabut PP 78 tahun 2015 dan berikan upah layak
  3. Kembalikan 8 jam kerja yang dirampas
  4. Hapuskan sistem outsourcing (sistem kerja kontrak)
  5. Tolak PHK sepihak
  6. Stop union busting
  7. Berikan cuti haid dan patuhi aturan cuti melahirkan
  8. Tolak komersialisasi pendidikan
  9. Laksanakan land reform yang sejati

Aksi ini berlangsung damai, diisi dengan teater yang menggambarkan kesengsaraan kaum buruh dan beberapa orasi politik. Pukul 13.20 WIB aksi ditutup dengan pembacaan sikap dan gema lagu Darah Juang yang dinyanyikan bersama.

Magang: Fikriyatul Islami Mujahidiyah

Redaktur: Wulan