271 Pembaca
Print Friendly, PDF & Email

Lpmarena.com- Wakil Rektor Bidang Akademik Waryono menyatakan akan segera meresmikan Unit Kegitan Mahasiswa (UKM) Kalimasada dalam acara penutupan gelar budaya Islam Nusantara yang diselengarakan Ikatan Alumni UIN Sunan Kalijaga (IKA SUKA) Minggu(7/5), di depan Poliklinik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Waryono menyatakan bahwa UKM baru itu nantinya akan menjadi sentra pengkajian kebudayaan Jawa yang dibawakan oleh Sunan Kalijaga.

“UIN Sunan Kalijaga akan segera mungkin meresmikan UKM Kalimasada yang akan menjadi sentra pengkajian kebudayaan yang dibawakan oleh Sunan Kalijaga,” ucap Waryono di depan Direktur Jendral Kebudayaan Hilmar Farid yang juga hadir dalam acara tersebut.

Menanggapi peryataan tersebut Andi Kurniawan sebagai ketua Kalimasada mengatakan akan menagih ucapan WR III tersebut. Menurutnya Kalimasada sudah melakukan banyak upaya untuk menjadi UKM dan hal tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2012 dan sampai hari ini belum direalisasikan oleh pihak kampus. Padahal persayaratan administrasinya sudah mereka lengkapi semuanya.

“Semoga dengan adanya momen ini akan secepatnya  menjadikan Kalimasada menjadi UKM, karna kita ada sudah lima tahun dan selalu membawa nama UIN, dengan pak Waryono mengatakan seperti itu, semoga secepatnya akan menjadi kenyataan,” ucap Andi yang akrap dipanggil Sulaiman tersebut.

Komunitas Kalimasada dibentuk karena kegelisahan Andi ketika melihat gamelan UIN Suka yang dimainkan oleh masyarakat Sapen. Ia berfikir kenapa bukan mahasiswa yang main gamelan saja. Dari hal itulah akhirnya ia mulai merintis terbentuknya suatu komunitas. Disamping itu, di UIN Suka saat itu juga  belum ada komunitas yang serius mengkaji gamelan Jawa. Padahal gamelan adalah peninggalan Sunan Kalijaga.

Bedasarkan kegelisahannya melihat kampus yang mengemban nama Sunan Kalijaga tetapi tidak sama ada yang serius mengkaji peninggalan Sunan Kalijaga tersebut, akhirnya ia membentuk Komunitas Kalimasada pada tahun 2012. Awalnya ia sangat bersusah payah untuk membangun Kalimasada, bahkan ia  merogoh kantongnya sendiri untuk biaya menyewa pelatih supaya ia bersama teman-temannya dapat belajar dalam wadah yang ia ciptakan. “Dalam masalah pembiayaan kita mandiri. Kadang bantingan temen-temen, saya juga kerja diluar dan anak-anak juga pada jualan,” ujar Andi yang juga merupakan mahasiswa Ushuluddin.

Dalam perjalanannya, Kalimasada menjadi komunitas yang sekarang sudah berkembang pesat, bahkan anggotanya saat ini mencapai 60 orang. Dengan memiliki fokus kajian kebudayaan dan kesenian Jawa yang dibawakan oleh Sunan Kalijaga akhirnya Kalimasada sering membawa nama UIN Suka dalam pentas-pentas yang dilakukan diluar kampus. “Untuk kualitas kita bisa diadu dengan universitas-universitas lain, dan refrensi gending kita lebih unggul dari pada yang lain,” ucapnya.

Menurutnya, melestarikan kebudayaan yang dibawakan oleh Sunan Kalijaga adalah bentuk kesadaran sebagai orang yang menggunakan nama Sunan Kalijaga.

Reporter: Doel Rohim

Redaktur: Wulan