190 Pembaca

Lpmarena.com– Senin(08/5), Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Pembebasan Perempuan (SIEMPRE) menggelar aksi longmarch dengan tema “1000 Topeng Untuk Marsinah” yang juga bertepatan dengan ditemukannya jenazah Marsinah pada 8 Mei 1993. Longmarch dimulai dari parkiran Abu Bakar Ali sampai 0 Km Yogyakarta.

Dengan memakai topeng berwajah Marsinah, masa aksi mengajak kaum buruh untuk melanjutkan perjuangan Marsinah agar memiliki pandangan politik yang baik, dalam arti membangun suatu alat perjuangan berupa partai alternatif (tandingan) tanpa campur tangan elit pemodal dan penguasa di dalamnya dengan prinsip yang tegas, “non-kooporasi

Persoalan kaum buruh tidak hanya berhenti di kasus Marsinah. Setelah rakyat Indonesia lepas dari rezim Orde Baru, persoalan kaum buruh juga semakin bertambah. Dalam hal ini, para massa aksi menuntut agar hak-hak kaum buruh segera dipenuhi. Massa aksi juga menuntut terbukanya pengadilan, memberikan keadilan sejelas- jelasnya untuk Marsinah sebagai korban  pun korban- korban lain yang sudah dibunuh oleh militerisme.

“Kami juga menangkat isu-isu tentang buruh dan juga tentang buruh-buruh perempuan beserta hak-haknya,” ungkap Simon Iskra  selaku Kordinator Lapangan.

Tidak hanya persoalan Marsinah, dalam aksinya massa juga menuntut agar setiap persoalan pelanggaran HAM harus diusut tuntas. “SIEMPRE menuntut usut tuntas pelanggaran HAM, tidak hanya persoalan Marsinah saja,” tegasnya.

Magang: Awan

Redaktur: Wulan