357 Pembaca
Print Friendly, PDF & Email

Lpmarena.com- UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mendeklarasikan diri menjadi kampus budaya, hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor III UIN Suka, Waryono dalam acara penutupan “Gelar Budaya Islam Nusantara” yang diadakan oleh Ikatan Alumni UIN Sunan Kalijaga (IKA SUKA), Minggu (7/5), di depan Poliklinik.

Dalam upaya menjadikan UIN Suka menjadi kampus budaya, Waryono menjanjikan akan meresmikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) baru yaitu Kalimasada menjadi sentra pengkajian kebudayaan yang dibawakan oleh Sunan Kalijaga.

Dalam hal ini, Hilmar Farid Dirjen Kebudayaan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang hadir dalam acara menyampaikan bahwa ia sangat menyambut baik niatan UIN Suka menjadi kampus budaya, karna di kampus negeri lainya wacana kebudayaan tidak banyak digalakkan. Hilmar Farid juga berpesan kepada IKA SUKA selaku penyelenggara acara, agar acara ini tidak hanya dilakukan di dalam kampus saja, tetapi juga dilakukan di kampung-kampung.

“Kebudayaan ibarat akar yang menjadi sumber penghidupan bagi suatu bangsa, kalo akar ini tidak dirawat rusaklah bangsa ini,” ujar Hilmar Farid.

Sastro Al Ngatawi sebagai pengurus IKA SUKA juga menyampaikan bahwa sudah seharusnya masalah budaya hendaknya diperhatikan dengan serius. Selama ini masalah kebudayaan masih dibelakangkan.

“Agama tanpa budaya tidak akan bisa, karna amalusholihah ada di kebudayaan  dan jantungnya nusantara ada di kebudayaan,” ucap Sastro yang juga alumni mahasiswa IAIN Sunan Kalijaga Fakultas Syariah

Gelar Budaya Islam Nusantara

Gelar Budaya Islam Nusantara yang diselenggarakan selama tiga hari ini dimeriahkan oleh 20 kesenian rakyat dari daerah Magelang, Jogya dan beberapa UKM seperti Sanggar Nuun, Gita Savana, Al Mizan dan Adab Dance Community.

Abdur Rozaki selaku ketua panitia mengatakan, Gelar Budaya Islam Nusantara bukan hanya dilaksanakan untuk kalangan akademik UIN Suka, tetapi untuk masyarakat luas seperti halnya masyarakat Sapen, Gowok dan lainya. “Diadakannya acara ini sebenarnya untuk rakyat sekitar UIN Suka.

Rozaki mengatakan, diselenggarakannya acara salah satunya bertujuan untuk mengembangkan khasanah kebudayaan yang disampaikan oleh Sunan Kalijaga yang selama ini jarang diperhatikan. Rangkaian acara juga sangat kental dengan nuansa kebudayaan Jawa yang disampaikan oleh Sunan Kalijaga.

Ki Ageng Ganjur menjadi penutup acara Gelar Budaya Islam Nusantara. Ki Ageng Ageng Ganjur yang membawakan beberapa lagu sholawatan dan lagu dangdut menyedot perhatian penonton yang hadir dalam acara tersebut.

Reporter: Doel Rohim

Redaktur: Wulan