289 Pembaca

Lpmarena.com – Secara keseluruhan, Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek)  UIN Sunan Kalijaga mempunyai 12 kamar mandi wanita dari gedung bertingkat empat. Setiap tingkat memiliki 3 kamar mandi, dengan 9 kamar mandi untuk umum dan 3 kamar mandi dikhusukan bagi pegawai dan dosen yang terletak di tingkat 2.

Kerusakan pintu yang bisa terkunci sendiri terjadi dalam kamar mandi wanita di tingkat 3 dan 4 yang letaknya berada di tengah dan yang ada di samping barat. Keseluruhan ada empat kamar mandi yang sering membuat terjebak, meski yang sering membuat terjebak adalah yang dua kamar mandi di bagian tengah. Dari data yang ARENA himpun, terdapat  ada sekitar delapan mahasiswi yang mempunyai pengalaman terjebak

Korban kerusakan kunci pintu itu seperti dialami oleh Anita Nurul Firdaus, mahasisiwi Matematika Angkatan 2014, pada minggu pertama bulan April. “Waktu keluar gak kerasa sakitnya, tapi pas malemnya baru kelihatan kalau memar-memar,” ungkap Nita, Selasa (02/05).

Kejadian terjebak itu dimulai ketika Nita pergi sendirian ke kamar mandi, di sana ada dua mahasisiwi yang kebetulan lagi di kamar mandi. Ketika Nita hendak keluar, tiba-tiba pintunya tidak bisa dibuka. Dua mahasiswi tadi menawarkan bantuan untuk membuka lubang kecil yang ada di bagian bawah pintu.

Namun, karena lubang itu terlalu kecil dan jika lewat lubang kecil tersebut bisa kotor, ditambah Nita ada kelas selanjutnya, ia merasa tidak enak untuk keluar dari lubang tersebut. Sehingga ia punya inisiatif untuk keluar lewat atap kamar mandi. Hanya sekitar lima menit Nita bisa keluar, tetapi baru disadari bahwa jam tangannya pecah.

Isnaini Khairun Nisa, mahasiswi Pendidikan Kimia semester IV, juga salah satu korban dari kerusakan pintu kamar mandi. Naini menjelaskan, kejadian tersebut bertepatan ketika ia mempunyai tugas presentasi. Terjebaknya cukup lama, hingga teman- teman kelas Naini lama menunggu dan sadar jika Naini terjebak di kamar mandi. “Kejadian itu sudah cukup lama waktu semester III, dan bikin tangan saya sampai merah,” tuturnya, Selasa  (02/05).

Waktu Naini ke kamar mandi, ada mahasiwi lain yang mencoba membantu, akan tetapi tak bisa. Hingga memanggil teman kelas mahasisiwi tersebut, tapi tetap gagal. Pada akhinya memanggil satpam dan bisa dibuka. “Pakai alat, tapi gak tahu pakai alat apa,” ucap Naini.

Berbeda dengan dua mahasiswi tadi, Yuasma Hasna Latifah, mahasiswi Pendidikan Biologi mengungkapkan, dirinya tidak lama berada di kamar mandi. Sebab ia telah dibantu oleh teman kelasnya. Kejadian itu terjadi sekitar jam 15.00, Hasna tidak menggedor-gedor ataupun berteriak karena dia yakin pasti ada yang ke kamar mandi.

Menurut penjelasan dari Hasan Basri selaku staf bagian Adiministrasi Umum Fakultas Saintek menyatakan, setiap pintu kamar mandi di Saintek sebenarnya sudah memasang kaitan (knock). Hal itu sebagai inisiatif agar mahasiswa dapat menggunakan kaitan itu, apabila gagang pintu  dalam keadaan tidak bisa digunakan. Sayangnya, tidak semua mahasiswa/mahasiswi mengetahui ini, sehingga ketika terjadi kerusakan, seperti pintu terkunci sendiri, mahasiswa kebingungan.

“Gagang pintunya gak jelas kok, kayak baik-baik saja, tapi gak bisa digunain. Meskipun pakai pengait juga, kalau gagang pintunya udah kekunci sendiri ya gak bisa keluar,” ucap Restin Ambangsih, mahasiswi Pendidikan Biologi 2016 yang pernah menolong temannya ketika terjebak di kamar mandi.

Khairul  Anam, petugas cleaning service Fakultas Saintek pada Sabtu (29/04) mengutarakan, kerusakan pintu kamar mandi sudah lama, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjutan. Kerusakan pintu itu awalnya bisa dibuka dengan sembarang kunci, tapi karena sudah rusak, jadi tidak bisa lagi.

Sementara Nugroho, petugas cleaning service lainnya yang bertugas di  Fakultas Saintek menyatakan, kerusakan kamar mandi tersebut sudah dilaporkan kepada Hasan, tapi tidak ada kelanjutan. Tugas Cleaning Service melapor pada atasan apabila terjadi kerusakan dan tidak bisa menindak lanjuri sebelum diperintah.

Saat dikonfirmasi, Hasan menyatakan, hubungan antara struktur cleaning service dengan struktur Fakultas Saintek itu berbeda. Sehingga bisa jadi cleaning service tidak melapor masalah itu pada fakultas, melainkan kepada atasan sendiri, yakni koordinator tender yang menyediakan jasa cleaning service.

Hal ini selaras dengan pernyatan Anita Sofiyani, selaku kepa SUBBAG Administrasi Umum Saintek. Anita menyampiakan, tidak ada laporan mengenai  hal tersebut kepadanya. “Mungkin Cleaning service sudah menyampaikan kepada atasannya, tapi tidak disampaikan kepada saya,” terang anita. Anita juga menyampaikan bahwa akan segara diperbaiki dan akan langsung terjun ke lapangan sendiri,” ujarnya.

Magang: Muyassaroh      

Redaktur: Wulan