75 Pembaca

Isu-isu perempuan sudah acap kali disinggung dalam berbagai pertunjukan teater. Namun kehadiran perempuan sebagai subjek, sampai saat ini masih terus menemukan jalan terjal. Tak dapat dipungkiri lagi, bahwa sosok perempuan di Indonesia masih menuai banyak masalah pada tataran sosial. Apalagi berbicara hak dan kebenaran,  dianggap tugas laki-laki yang menyuarakan. Ketimpangan yang belum juga selesai ini diharapkan dapat segera mendapat solusi dalam kesempatan study pentas ke XXI Teater Eska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Teater Eska sebagai wadah kesenian bernafaskan Islam bermaksud melaksanakan tahap lanjut untuk anggota baru setelah dilangsungkannya workshop. Proses study pentas telah berlangsung sejak awal bulan April, dan proses kali pertama bagi anggota baru merupakan tahap meningkatkan daya kreativitas dan juga memahami isu kontekstual yang terdapat pada naskah yang akan disajikan. Study Pentas ke XXI akan mempersembahkan dua naskah berjudul (1) Titik-titik Hitam yang menceritakan sebuah dosa seorang Hartati, Istri Adang yang selalu ditinggalkan dan melepaskan segala nafsunya kepada Trisno adik Adang. (2) Maut dan Sang Perawan menceritakan perempuan bernama Paulina, mantan aktivis komunis yang menjadi korban penyiksaan dan pemerkosaan aparat militer. Sisa trauma Paulina masih membekas setelah 15 tahun kejadian.

Dua naskah di atas akan dipentaskan pada tanggal: 14 Juni 2017 (Maut dan Sang Perawan) dan 15 Juni 2017 (Titik-Titik Hitam) di Gelanggang Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pukul 19:30 WIB dengan harga tiket 10.000 Pre-Sale dan 15.000 On The Spot  (dua pementasan). Segala informasi lanjut dan pemesanan tiket pementasan dapat dilihat melalui akun instagram @teater.eska dan twitter @ESKAteater atau hubungi nomor 0896-2222-3946 (Wahyu Mukti Asri).[]