211 Pembaca
Print Friendly, PDF & Email

ALEGORI KEMATIAN DALAM ‘THE FIREBIRD SUITE’

 

Semua orang gemar menebak makna lagu yang mereka dengar

Juga gemar menghubungkannya dengan diri mereka

Kadang interpretasi berubah individualistis

Dan lagu terbiar tanpa makna

 

Namun aku juga kerap bercermin pada lagu

Mencari-cari tanpa lampu di sebuah ruang gelap

Seperti mencari-cari kenangan di masa depan

Dan lagu menjadi sepi seperti jantung kakek di desa

 

Ketika lagu dicipta, kadang tidak ada makna yang dituangkan

Mungkin Stravinsky hanya mabuk saat mencipta sesuatu

Lalu kita menuding lagu dengan angkuh

Dan tinta di atas partitur luntur karena ia menangis

 

Tetapi kita juga gemar lupa akan lagu

Lupa akan nama-nama not di atas biola

Namun lagu selalu ingat dengan kita

Hanya saja ia menunggu, seperti tanah setia menunggu jasad

 

20 April 2017

 

 

MENCARI CARA UNTUK MENUNDA MATI

 

Pagi ini kucium tubuhku yang bau tanah

Aku menatap kedua tanganku seperti melihat bayanganku pada cermin

Perlahan tetapi pasti, usia menjamah angka yang semakin besar

Di kamar mandi aku termenung ditemani gemericik air

 

Di ruang tengah aku melihat semuanya:

Ayah, ibu, kakak, adik, paman, tante, sepupu, keponakan, kakek, nenek, sahabat, lawan, kekasih, mantan kekasih

Tahlilan dimulai dan mereka tersedu sedan

Aku tak suka keramaian dan sedu sedan dan tahlilan, apalagi di pagi hari

 

Lalu kuingat saat tubuh masih hijau dan darah masih segar

Saat sujud hanyalah kegiatan pelengah waktu senggang

Seperti menonton film di bioskop

Dan aku satu-satunya penonton di ruang bioskop yang luas

 

Namun berangan akan kematian di masa muda adalah dungu

Sebab lahir hanyalah stasiun pertama menuju mati

Karena muda hanyalah sebutan untuk manusia yang belum mati

Dan tua hanya salah satu cara menunda mati

 

20 April 2017

 

 

SATU LAGI PUISI TENTANG MATI

 

Bicara soal mati sama dengan bicara soal hidup

Keduanya sama-sama sombong

Tetapi keduanya harus dibahas di setiap meja rapat

Agar dapat menciptakan karya dengan alegori kematian

Atau sebuah cara untuk menunda kematian

 

Tetapi kau tak akan pernah tahu kapan ia mengetuk pintu rumahmu

Mungkin kau bosan menunggu dan mencoba hidup saat menunggu

Juga mungkin bosan karena mati selalu dibahas dimana-mana

Dari cerita-cerita Kafka, juga lukisan-lukisan Dali, juga lagu-lagu Bob Dylan

Atau hanya bosan karena sudah tiga puisi tentang kematian

 

Dan karena itulah Pollock menggambar abstrak

Agar kita dapat menebak-nebak penuh angkuh apa maknanya

Dan kita pun berangan akan mati

Mati yang individualistis

Tetapi kau hanya ingin mati yang alami, bukan yang instan

 

19 April 2017

Muhamad Kusuma Gotansyah. Seorang gitaris muda penggemar jazz kelahiran Tangerang yang berambisi untuk membuka mata dunia dengan musiknya. Penampilan debutnya adalah di selamatan sunat anak tetangga.

Ilustrasi: https://rumaysho.com/4773-kematian-yang-tidak-bisa-dihindari.html