443 Pembaca

Lpmarena.com- Rencana  Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru, disinyalir dilakukan tanpa  melibatkan mahasiswa dan akan dilakukan oleh pihak dosen dan karyawan. Hal tersebut mengundang aksi protes oleh Aliansi Keluarga Besar Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga (KBMU). Aksi dilakukan pada Kamis (20/7) di depan gedung Pusat Administrasi Umum (PAU).

Viki Artiando Putra selaku ketua Senat Mahasiswa Universitas mengatakan, aksi merupakan bentuk penolakan atas kebijakan unversitas yang berdasarkan SK Dirjen no. 49 tahun 2016 terkait pelaksanaan PBAK terutama pada hal teknis pelaksanaanya, seperti ketua yang akan diambilkan dari pihak dosen. “Setelah pihak rektorat mengajak dialog pihak senat universitas, bukan senat mahasiswa ya,  keputusan terkait ketua tetap diambil dari dosen, hal inilah yang kami tolak,” ungkap Viki.

Menurut pernyataan Viki, sebelumnya  juga sempat dilakukan rapat kordinasi terkait pelaksanaan PBAK yang dilakukan oleh pihak Lembaga Kemahasiswaan Mahasiswa (LKM) dari pihak universitas dan fakultas, akan tetapi saat itu tanpa hasil. Hal tersebut karena perbedaan penasiran SK Dirjen No 49 tahun 2016. Hari ini adalah rapat lanjutan dari rapat tersebut yang langsung dihadiri oleh rektor yang hasilnya menetapkan dosen tetap menjadi ketua dan ketua II di ambil dari pihak mahasiswa.

Sementara itu Yudian Wahyudi selaku rektor  menyatakan bahwa kepanitiaan terdiri dari tiga unsur  yaitu dosen, karyawan dan mahasiswa. Pihak ketua panitia akan tetap dipegang oleh pihak dosen yang didasarkan oleh SK dirjen  No 49 tahun 2016. “Tetapi walaupun demikian ketua satu akan tetap dosen dan ketua II adalah mahasiswa,” ungkap Yudian saat berbicara didepan massa aksi.

Di akhir pembicaraan Viki menyatakan meskipun susunan ketua sudah diputuskan bahwa ketua satu dari pihak dosen dan ketua dua dari mahasiswa, tetapi untuk susunan panitia lainnya belum diputuskan.

Reporter: Doel

Redaktur: Wulan