157 Pembaca
Print Friendly, PDF & Email

JADI IKLAN

sudah wanti-wanti kubilang, kalau kau keluar rumah jangan sampai jadi iklan. lihat aku disini, gelisah sambil perlahan menjelma kunci duplikat tetangga sebelah. apakah kau masih ingat rasa makan nasi? apakah iklan makan nasi?

sudah nyasar kemana sajakah tubuhmu? papan reklame? televisi? majalah? koran? tiang listrik? pamflet? surat? pop-up? kaleng susu? kuburan? sudahkah kau berjumpa dengan karikatur presiden? karikaturku?

pernah kucoba cari dirimu di toko baju atau di pasar buah atau di lembaran buku cerpen gagal terbit, tetapi kau hilang jadi serpih, yang pedih dan sedih dan jadi iklan. tak sudikah kau tinggal di apartemenku lagi barang satu mili detik? sibuk?

lewat merpati kau pernah kirim kabar, sekarang kau jadi suka makan mie instan. kau tak takut kanker karena instan adalah agama baru yang kau percaya. lalu kau ingat kelahiranmu yang juga instan: jabang bayi >>fast forward>> tua keladi.

kau melaju dengan kecepatan 45 koran/nyawa. kau jadi kata dan kata-kata. kadang berselubung di balik judul dan subjudul yang berikrar. kau terlalu sibuk hingga sesekali jadi lupa makan mie instan.

pagi, kau muncul di kaca teleponku dan di kaca jendelaku. oh, ternyata kau kini sudah jadi raja disana. maafkan hamba yang mulia, hamba tak mengerti cara jadi hamba yang baik.

maafkan

maaf

yang mulia?

 

2017

 

KHAYALAN KAKEK YANG INGIN JADI TELINGA

 

Kecilkan volume pemutar cakram padat

 

Aku tak mau salah dengar kali ini:

 

terompet di New Orleans?

 

sangkakala?

 

Telingaku sudah cukup tuli

 

karena:

 

kapas/hujan/pasir/laut/angin/gumam/gurindam/pidato/deklarasi/kemerdekaan/lagu/nasihat/hujat/puji/tipu/mimpi/congek/telunjuk/teriak/tawa/berita/salam/pamit

 

radio menjadi teman di sebelah kursi goyang.

 

Sudahkah kau mendoakan telingamu hari ini?

 

2017

 

SEBERAPA AWALKAH ‘TERLALU AWAL’?

 

Apakah terlalu awal untuk berpikir perihal kematian ketika balita?

Ketika masih jalan-jatuh di depan rumah

Ketika masih terpaut dengan kartun di televisi

Bukankah bisa saja mati ketika terinjak mainan yang berantakan?

Atau terpeleset tumpah susu

Atau dilenyapkan dari kartu keluarga

Atau ditinggal di rumah yatim piatu sendirian

Atau ditinggal     rumah yatim piatu

Atau ditinggal di rumah

Atau ditinggal               yatim

Atau ditinggal     rumah

Atau ditinggal

Atau ditinggal                                   sendirian

 

2017

 

ENAM LARIK SEBELUM SEMESTA SALAH SANGKA

 

Aku belum sekarat, jangan belikan aku kafan

Tetapi Tuan, rentetan amin sudah terlanjur lahir, di surau dan di grup Whatsapp

Aku belum terjerat, jangan anggap aku aman

Tetapi Tuan, iklan sudah tersebar hingga Saturnus secepat mobil balap

Tetapi aku belum berkarat, jangan tanam aku di halaman

Tetapi Tuan, rakyatmu sudah menunggu di luar, berharap

 

2017

 

PETUAH BERTUAH MENGHADAPI AJAL

 

“kalau mati mengetuk pintumu, jangan lupa tiarap. kalau mati menekan bel rumahmu, jangan lupa pura-pura kalap. kalau mati datang ketika kau sedang makan malam, jangan lupa bertingkah seolah kenyang dan sarap. kalau mati menjengukmu ketika kau demam, jangan lupa berselimut seakan kau menikmati lelap. kalau mati merayap dari celah jendelamu, jangan lupa sumbat dengan kain lap. kalau mati hadir, jangan lupa berharap.”

 

“tetapi, aku belum sekarat.”

 

2017

Muhamad Kusuma Gotansyah. Seorang gitaris muda penggemar jazz kelahiran Tangerang yang berambisi untuk membuka mata dunia dengan musiknya. Penampilan debutnya adalah di selamatan sunat anak tetangga.

Ilustrasi: www.lukisan.nl/product/apakah-hukum-berpihak-kepada-rakyat