176 Pembaca
Print Friendly, PDF & Email

Lpmarena.com- Pelaksanaan kegiatan sosisalisasi kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) cabang Sleman yang bekerja sama dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di hari ketiga Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Laboratorium Agama UIN pada Sabtu pagi (26/ 8), mendatangkan binaragawan Ade Rai sebagai brand ambassador. Kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Waryono serta ketua BPJS cabang Sleman Yanu Teguh Prasetyo berakhir tidak kondusif. Kegiatan tersebut juga menuai respon yang negatif dari beberapa kalangan.

Yanu mengungkapkan latar belakang kegiatan tersebut merupakan program yang diajukan oleh BPJS cabang Sleman pada pihak rektorat. Proposal yang diajukan pihaknya disambut baik. “Kebetulan ada proses pendidikan untuk penerimaan mahasiswa baru, sehingga ketemu,” terang Yanu.

Dalam kegiatan tersebut BPJS cabang Sleman mensosialisasikan program pemerintah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang sudah ada di Indonesia tiga setengah tahun ini. Program tersebut merupakan bentuk gotong royong masyarakat. BPJS melalui brand ambassadornya, mengajak mahasiswa baru untuk menjaga hidup sehat. “Brand ambassador ini mas Aderai didatangkan untuk mengajak adek-adek mahasiswa baru ini hidup sehat,” jelas Yanu.

Fungsi lain dari kegiatan tersebut juga sebagi iklan atau media pemasaran JKN-KIS dengan momen PBAK, juga ajakan pada mahasiswa baru untuk turut serta dalam program tersebut.

Namun, dari pantauan ARENA acara dengan bintang tamu tingkat nasional tersebut berakhir tidak kondusif. Sewaktu brand ambassador Aderai masih mempresentasikan wacana kesehatan, mahasiswa baru ditarik oleh panitia fakultas dari lokasi sejak 08.28 WIB. Selanjutnya penarikan semakin massif ketika waktu menunjukkan lewat 08.30 WIB. Dalam Rundown acara, kegiatan memang berakhir pada pukul 08.30 WIB.

Muhammad Rahmat, seksi acara PBAK Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, yang turut sera mentertibkan peserta dari lokasi menjelaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi kegiatan yang biasanya berlangsung molor tersebut. Ia juga berkoordinasi dengan unit lain serta panitia PBAK universitas dan telah menyepakati jika pelaksanaan melebar, maka akan walk out. “Waktunya sudah melebar, kita sudah keluar aja,” jelasnya saat ditemui ARENA di lobi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Abdul Rozaki selaku ketua panitia PBAK dari pihak dosen menolak dimintai keterangan tentang acara yang berakhir kacau tersebut. Rozaki mengaku tidak ada di lokasi saat peserta ditarik.

Ditemui setelah kegiatan selesai, Waryono menjelaskan latar belakang kampus menyambut gayung yang diayun BPJS Sleman. Pihaknya mengaku mahasiswa baru dan semua civitas akademika UIN Sunan Kalijaga perlu mendapatkan pengetahuan tentang bgagaimana hidup sehat dari pihak yang kompeten. “Dan mitra strategis kita menurut saya, paling strategis salah satunya adalah BPJS,”  ungkap Waryono.

Dia mengakui kegiatan tersebut merupakan tanggungjawabnya, dan bukan Abdul Rozaki. Dia juga menjelaskan, pada rapat terdahulu rencana kegiatan tersebut sudah dengan sepengetahuan panitia PBAK dan rektorat. Adapun tentang penarikan peserta, Waryono menjelaskan telah berkoordinasi dengan panitia PBAK universitas bahwa alokasi waktu untuk kegiatan tersebut ditambah 15 menit. Ditambah dengan memulai lebih awal 15 menit di muka, permintaan pihak BPJS diberi waktu 2 jam harapannya dapat terpenuhi. Namun hingga berita ini diturunkan, ARENA belum sempat melakukan konfirmasi pada pihak terkait.

Reporter: Syakirun Ni’am

Redaktur: Wulan