44 Pembaca
Print Friendly, PDF & Email

Lpmarena.com – Lunturnya nila-nilai Pancasila menjadi masalah serius yang dihadapi bangsa Indonesia. Pancasila merupakan dasar negara yang menjadi patokan dan acuan bangsa Indonesia dalam menjalankan seluruh aspek kehidupan.

Ketika generasi muda kehilangan landasan nilai-nilai Pancasila dalam bersikap dan bermoral, akan terjadi penurunan kualitas generasi bangsa yang berakibat pada lemahnya sumber daya manusia. Sehingga pihak asing akan dengan mudah memasukkan berbagai ideologi yang tidak sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia.

Hal itulah yang disampaikan dalam acara Forum Dialog Negara Pancasila. yang dilakukan oleh RRI Yogyakarta pada Rabu (22/11). Acara tersebut mengundang perwakilan dari kampus negeri maupun swasta di daerah Yogyakarta, tamu undangan, serta masyarakat umum untuk hadir di auditorium RRI di Jalan Affandi.

Mengambil tema “Teguh dalam Seni, Setia Menjaga Ketahanan Budaya untuk NKRI”, acara dibuka oleh Suleman Yusuf selaku direktur program dan produksi LPP RRI dan dilanjutkan sambutan Pusanto selaku wakil dari Kemendikbud yang menyingung masalah UU Kebudayaan No. 5 tahun 2017. “Dengan UU kebudayaan, warisan budaya bisa ditingkatkan dan dikembangkan dengan baik untuk menjaga keutuhan NKRI,” katanya.

Dialog dan Forum Diskusi Pancasila menghadirkan narasumber utama Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Yudi Lahif. Membahas tentang cara membudidayakan Pancasila sebagai ideologi yang tidak hanya sebagai dasar negara saja, melainkan dasar berkelakuan dan bersikap. Generasi muda yang semangat nasionalismenya luntur bisa menjadikan Pancasila sebagai Light Star atau penunjuk arah.

Kelahiran kembali Pancasila dapat digunakan sebagai batu loncatan untuk memperbarui semangat dan tujuan generasi muda. Karena seluruh nilai-nilai yang terkandung dalam butir Pancasila dari sila pertama sampai kelima. Sejatinya adalah suatu nilai luhur yang apabila diaplikasikan kedalam kehidupan akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju dan sejahtera.

Selain forum diskusi, RRI juga melakukan parade sinden yang diharapkan bisa melestarikan kebudayaan bangsa. Parade sinden dimulai dengan penampilan Jeng Suryani sebagai ikon dari pesinden, kemudian 107 pesinden muda yang berasal dari Sekolah Karawitan Indonesia unjuk gigi dengan menyanyikan tembang-tembang Jawa.

Magang: Dian Novita Sari Lathifah

Redaktur: Wulan