346 Pembaca
Print Friendly, PDF & Email

Lpmarena.com- Senin(4/12), Aliansi Pergerakan Mahasiswa Demokrasi (APMD) melakukan audiensi dengan Waryono Abdul Ghofur selaku Wakil Rektor III (WR III) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Gedung Rektorat. Audiensi merupakan tanggapan Waryono terhadap aksi “Tolak Pemilihan Wakil Mahasiswa (Pemilwa)” yang dilakukan oleh APMD terkait Pemilwa 2017 yang hanya diikuti satu partai dan dianggap telah menciderai demokrasi di universitas. (baca: Mahasiswa Tolak Pemilwa).

Audiensi yang dihadiri pula oleh Viki Arthiando selaku ketua Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U), tim arbitrase, dan enam Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Fakultas (KPUM-F) kecuali Fakultas Tarbiyah dan Syariah, membentuk kesepakatan bahwa pemilwa dihentikan untuk sementara, sampai jadwal pemilwa yang baru resmi dikeluarkan. Penjadwalan ulang Pemilwa tersebut rencananya akan ditindak lanjuti Selasa(5/12), pukul 12;30 di Ruang Rapat Rektorat lt I. Namun, kesepakatan tersebut tidak ditindak lanjuti.

Setelah diadakan rapat oleh WR III bersama perwakilan enam Wakil Dekan (WD) III Fakultas, Sema, Dema, KPUM dan delapan perwakilan dari APMD, Selasa (5/12) di Ruang Rapat Rektorat, penjadwalan ulang pemilwa tidak dilakukan. Menurut pemaparan dari KPUM-F dan para WD III, di lapangan masih baik-baik saja dan masih sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

Hal ini diamini oleh Waryono selaku WR III. Menurutnya, selama masih sesuai prosedur yang telah ditetapkan maka pemilwa tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ada. “Saya rasa tidak diperlukan penjadwalan ulang, selama tidak terjadi masalah di lapangan,ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ersa Elfira Khaiya salah satu peserta dalam rapat tersebut menyatakan penyesalannya terhadap rapat yang berlangsung. Menurutnya, pertemuan itu lahir dari kesepakatan audensi sebelumnya. “Rapat hari ini kan seharusnya menjadwalkan ulang pemilwa,” tegas Ersa, perwakilan APMD.

Dalam rapat tersebut, Waryono menegaskan kembali bahwa pemilwa tetap berjalan dan sistem tetap menggunakan sistem partai dan evoting. Akan tetapi, untuk Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (Fishum) dilakukan penjadwalan ulang. Menurut Sulistianingsih selaku WD III Fishum, hal tersebut dikarenakan banyak persoalan yang belum selesai dilapangan, salah satunya adalah beberapa bakal calon belum memenuhi persyaratan, akan tetapi sudah diputuskan oleh KPUM-F sebagai calon.

Seusai rapat, para perwakilan dari APMD mengungkapkan kekecewaannya kepada Waryono. Menurut mereka demokrasi yang hanya diikuti oleh satu partai itu merusak demokrasi termasuk demokrasi UIN Sunan Kalijaga, protes salah satu perwakilan APMD dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Magang: Astri M.S

Redaktur: Wulan