Emerita: Nulis Script Film Itu Beda

Lpmarena.com, Film yang bagus lahir dari cerita yang bagus, begitu kata Emerita Sembiring Gurukinayan (48) penulis script film beberapa FTV juga layar lebar dan penulis novel. Perempuan asal Medan ini memberi perbedaan pada peserta tentang beda penulisan script dan tulisan-tulisan yang lain semisal novel.

“Buat script itu straight, to the point. Menggambarkan jangan terlalu detail kayak bikin novel. Ada interior-eksterior, ada point of view, voice over/VO, dan bikin scene plot,” tutur Ita, panggilan Emerita dalam acara workshop Movie Day Out LA Indie Movie di Mandala Bhakti Wanitatama Yogyakarta, Rabu (27/5).

Ia juga mengingatkan pada peserta untuk berhati-hati ketika membuat dialog yang terlalu panjang. Hal itu disebabkan karena selain merepotkan pemain juga membuka ruang improvisasi, begitu improve makna asli bisa tereduksi, ia tak sekedar memuncratkan ludah.

“Buatlah adegan yang berbeda. Itu yang membuat film Anda berwarna. Menggambarkan kesedihan tak harus nangis. Di wilayah seni tinggalkan yang baku-baku. Keteraturan menghukum saya seumur-umur,” kata perempuan yang pernah kursus penulisan naskah film di Leidse Ondderwijsinsteliingten (LOI) Belanda ini.

Dalam menjaring ide menurut Ita bisa dimulai dari hal-hal kecil. “Ide gampang ketika dilatih. saya nyoba ngambil dari kesharian,” ucapnya. Dari pengalamannya, Ita sering mendapatkan ide dari lagu, majalah wanita yang bagian ruang curhat ibu-ibu, atau majalah pria, sampai nonton gosip. FTV yang ditulis script-nya oleh Ita yang lahir dari sumber-sumber tersebut adalah Cinta Anak Kos, Konglomerat Kok Melarat, dan lain-lain.

Ita juga berpesan jika menulis script jangan agar terlihat keren, karena jika seperti itu hanya dapat satu, dua, tiga lembar. “Bikin script karena tahu ilmunya dan suka. Kita kuasai ilmunya,” katanya. (Isma Swastiningrum)

Komentar

komentar

Baca juga  “Kiamat Kecil” Ditayangkan di Rumah Budaya Fadli Zon

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of