Ziarah Budaya, Sewindu Haul Gus Dur

Ziarah Budaya, Sewindu Haul Gus Dur

  • 7
    Shares

Lpmarena.com- Peringatan Sewindu Haul Gus Dur di Yogyakarta ditutup dengan acara Ziarah Budaya yang diselenggarakan Senin, 5 Februari 2018 di Auditorium Driyakarya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selain dihadiri oleh istri almarhum Gus Dur, Ibu Shinta Nuriyah dan anak sulung Gus Dur Alissa Wahid, hadir pula dalam acara tersebut Mahfud MD, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Rektor Universitas Sanata Dharma, Johanes Eka Priyatma, dan sederet tokoh nasional dan tokoh lintas iman lainnya.

Acara dibuka dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Johanes Eka Priyatma. Dalam sambutannya Johanes menyatakan bahwa Universitas Sanata Dharma selama ini telah menghidupi apa yang menjadi nilai-nilai dasar Universitas Sanata Dharma yaitu mencintai kebenaran, memperjuangkan keadilan, menghargai keberagaman, dan menjunjung tinggi keluhuran martabat manusia, yang kesemua nilai tersebut sesuai dengan arah perjuangan Gus Dur selama ini. Johanes juga menyampaikan bahwasanya Gus Dur selalu membela semua golongan terutama mereka yang lemah, sedikit ataupun minoritas.

Acara selanjutnya yaitu pembacaan doa lintas agama yang dilakukan oleh 5 anak dari berbagai agama dan dilanjutkan dengan sesi curhat kepada Gus Dur, yang disampaikan oleh tujuh tokoh lintas agama, islam, katolik, protestan, hindu, budha, khonghucu. Dalam curhatnya mereka menyampaikan keadaan indonesia terkini yang semakin tidak baik, mulai dari terjadinya perpecahan, konflik SARA, politisasi agama hingga maraknya hoax di negeri ini. Setelah menyelesaikan sesi curhat kepada Gus Dur, panitia menampilkan kolaborasi penampilan Syi’ir Tanpo Waton yang dinyanyikan oleh Grup Paduan Suara Gereja Kristen Indonesia Gejayan yang diiringi oleh tabuhan rebana rekan rekan santri Yogyakarta.

Menjelang pukul 22.00 wib. Mahfud MD menyampaikan orasi kebudayaan. Dia menyampaikan bahwasanya Gus Dur menjadi simpul Negara dan agama, Negara tidak dapat dipertentangkan dengan agama, sebagaimana diketahui berdasarkan sejarah bahwasanya terdapat dua golongan pada awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu Golongan Nasionalis Islam dan Nasionalis Sekuler dan pada akhirnya mereka bersepakat untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara Kesatuan yang Berbentuk Republik dengan Dasar Negara Pancasila. Menurutnya orang dapat beragama dengan baik karena Negara yang baik, bagitupun sebaliknya. Mahfud juga menyampaikan bahwasanya Gus Dur merupakan seseorang yang melawan ketidakadilan tanpa memikirkan citra, Mahfud menyampaikan bahwa Gus Dur berkata “ Biar sejarah mencatat bahwa ada yang melawan ketidakadilan walaupun dia menjadi korban,” kenangnya.

Baca juga  Buka Puasa Kebangsaan, Menyatukan Perbedaan

Acara ziarah budaya sewindu haul Gus Dur juga dimeriahkan oleh penampilan Stand Up Comedy yang disampaikan oleh Benediktus Siregar, Gigih Adiguna dan Iqbal Kutul. Serta menghadirkan bintang tamu penyanyi Glenn fredly yang menyayikan tiga buah lagu, “Agamamu Agamaku”, “Kau Nyali Terakhirku”, dan “Pancasila Rumah Kita”.

Di akhir acara keluarga Gus Dur menyampaikan testimoni yang diwakili oleh istri almarhum Gus Dur, Ibu Sintha Nuriyah.  Ibu Shinta menyampaikan biasanya kalo haul itu acaranya istigotsah, tahlilan, ceramah, nah ini ada ziaroh budaya, ada nyanyinya, ini karena Gus Dur milik semua, bukan hanya milik orang Islam saja atau NU saja. Acara ziarah budaya ditutup dengan menyanyikan lagu Kebyar-Kebyar oleh seluruh yang hadir dalam ruangan.

Rifa’I Muhammad selaku ketua panitia Sewindu Haul Gus Dur menjelaskan bahwa dipilihnya Tagline Ziarah Budaya dalam Peringatan Sewindu Haul Gus Dur supaya bisa mengakomodir semua elemen masyarakat di Indonesia agar bisa ikut menyelenggarakan dan menikmati acara ini. Sebagaimana terselenggaranya acara ini yang di handel oleh kepanitian yang terdiri lebih dari 60 jaringan organisasi maupun komunitas tingkat lokal yang ada di Yogyakarta, mulai dari jaringan NU, jaringan lintas iman, jaringan pergerakan, jaringan perempuan sampai jaringan seni. Selain itu, tujuan dari diadakannya zairah budaya untuk menziarohi  atau mengingat lagi nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Gus Dur seperti nilai kemanusiaan dan keadilan.

Reporter: Mar’atus Sholihah

Redaktur: Wulan

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of