Persma yang Lalu, Kini, dan Akan Datang

Lpmarena.com – Sabtu (17/2) pada pukul 09:30, acara lanjutan dari serangkaian perayaan Milangkala ARENA yang ke-43 kembali digelar. Setelah dimulai dengan pameran arsip pada tanggal 14 Februari lalu, ARENA mengadakan diskusi publik dengan tema “Peran Pers Mahasiswa di Era Keterbukaan Informasi” bersama narasumber, Andreas Harsono (penulis buku A9ama Saya Adalah Jurnalisme) dan Imam Azis (mantan aktivis pers mahasiswa dan ketua PBNU).

Diskusi publik tersebut dibuka dengan sambutan oleh Hedi selaku ketua panitia. Ia menjelaskan tujuan diadakannya Milangkala ARENA yang ke 43 ini. “Karena ARENA ingin mencari sesuatu yang baru,” jelas Hedi. Ia menambahkan acara ini bertujuan untuk merawat ingatan ARENA sehingga serangkaian acara dikonsep untuk menampilkan dan melihat kembali produk ARENA dari awal lahirnya sampai sekarang.

Hal tersebut juga diamini oleh Doel Rohim Pimpinan Umum (PU) ARENA, yang juga memberikan sambutan setelahnya. Doel mengatakan arsip ARENA memiliki kekayaan wacana karena mengawal isu-isu kampus dan sekitarnya yang penuh dengan dinamika yang kompleks.

Rozaki selaku Pembina ARENA juga menyampaikan bahwa pers mahasiswa (persma) adalah bagian dari pergerakan yang tidak hanya bertugas meliput, tapi juga mengadvokasi dan merawat akal sehat. Apresiasi juga turut ia berikan kepada ARENA sebagai pers gerakan yang selalu melakukan tugasnya sebagaimana persma seharusnya. “Saya senang ARENA konsisten merawat pergerakan,” ujar Rozaki.

Imam Azis memulai diskusi publik dengan penggambaran situasi dan kondisi yang dihadapi ARENA semasa ia menjabat. Keadaan yang kental dengan represi dan penyimpangan yang dilakukan pemerintahan pada saat itu mendorong ARENA untuk menjadi radikal dalam mengkritisi otoritarianisme kaum elit lewat tulisan-tulisannya. “Kenapa radikal? Karena kita ingin kehidupan yang lebih baik,” ujar Imam Azis

Dalam hal ini, Andreas Harsono mengungkapkan bahwa tulisan dikatakan bagus jika membela kemanusiaan dan berani dengan prinsip. Di samping itu seorang penulis juga harus memiliki disiplin verifikasi yang tinggi. Ia juga berkata bahwa persma perlu beradaptasi dengan teknologi agar persma bisa lebih eksis di era yang akan datang.

Reporter: Muhammad Sidratul Muntaha Idham

Redaktur: Wulan

 

 

 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of