UIN Suka Instruksikan Pembinaan Mahasiswi Bercadar

  • 106
    Shares

Lpmarena.com – UIN Sunan Kalijaga (UIN Suka) berencana melakukan pembinaan terhadap mahasiswi bercadar. Hal itu disampaikan melalui surat edaran yang ditujukan kepada Direktur Pascasarjana, Dekan Fakultas, dan Kepala Unit/Lembaga tertanggal 20 Februari 2018. Surat yang ditandatangani Rektor UIN Suka Yudian Wahyudi ini tertulis bersifat penting. Sebelum dilakukan pembinaan, surat dengan nomor B-1301/Un.02/R/AK.00.3/02/2018 ini juga menginstruksikan adanya pendataan terlebih dahulu kepada seluruh mahasiswi bercadar .

Semenjak beredarnya surat tersebut, Dwi Retno salah satu mahasiswi yang bercadar di UIN Suka mengaku banyak mendapatkan kiriman foto surat dari berbagai temannya melalui pesan WhatsApp. Mahasiswa Studi Agama Agama ini sempat kaget saat mengetahui isi dari surat itu. “Kenapa sih? Kok begitu banget yah?” tanyanya heran kepada ARENA, Kamis (22/2).

Namun ia mencoba berpikir positif mengenai kebijakan itu. Ia menganggap adanya peraturan tersebut untuk memberikan perlindungan terhadap mahasiswi bercadar. “Nah siapa tahu surat itu berniat membuat peraturan agar cadar itu tidak disalahpahami sama sebagian orang,” terangnya. Meskipun kekhawatiran adanya pelarangan cadar itu tetap ia rasakan.

Selain Retno, Umi Khalsum mahasiswi yang juga bercadar mengaku belum mengetahui bentuk pembinaan yang dimaksud kampus seperti apa. Namun ia tidak terlalu menganggap surat edaran itu menjadi suatu persoalan. “Kalau itu memang baik, kenapa tidak,” tuturnya. Ia menilai upaya pembinaan itu sebagai bentuk perhatian kampus terhadap mahasisiwi bercadar agar lebih baik. Baik dari segi spiritual maupun pendidikan.

Menanggapi hal itu, Waryono Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan menjelaskan, konsep pembinaan yang akan dilakukan belum jelas karena menunggu data terkumpul. Data itu juga nantinya sebagai upaya mengindikasi ajaran serta ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan etika kampus. “Dari data tersebut akan diindikasi siapa-siapa yang berkemungkinan bertentangan dengan peraturan kampus dan pancasila, aturan-aturan UUD,” ujar Waryono, Kamis (22/2).

Baca juga  Saatnya Penulis UIN Move On

Model berpakaian mahasiswi UIN Suka menurutnya haruslah sesuai dengan kode etik yang berlaku. Ia mengklaim bahwa kampus memiliki cara tersendiri bagaimana mahasiswinya menutup aurat. “Nah kita ikuti gambar itu saja (model berpakaian), tidak usah berlebihan,” tambahnya. Menurutnya kampus khawatir mahasiswi bercadar terindikasi dengan ajaran-ajaran yang bertentangan dengan aturan negara.

Meskipun UIN Suka merupakan kampus inklusi, tetap tidak bisa bertentangan dengan aturan negara. Ia mencontohkan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah resmi dibubarkan. Menurutnya label inklusi tetap tidak bisa mengakomodir organisasi tersebut.

Reporter: Hedi

Redaktur: Wulan

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of