Festival Masjid, Wujud Kepedulian Terhadap Palestine

Festival Masjid, Wujud Kepedulian Terhadap Palestine

Lpmarena.com- Jum’at (23/2), Krisis kemanusiaan akibat para penjajah yang telah merampas hak asasi manusia (HAM) terhadap penduduk Islam di Palestina, membangkitkan kesadaran dan kepedulian penduduk di seluruh dunia, terutama penduduk muslim Indonesia. Kesadaran  tersebutlah yang menjadi makna di balik perayaan Festival Masjid Nusantara yang di gelar di laboratorium agama masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada 23-24 Februari 2018. Acara tersebut juga merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan pengurus laboratorium masjid UIN Suka.

Festival diisi dengan rangkain kegiatan kepedulian untuk pecinta seni, antara lain kegiatan launcing galeri dan kaligrafi dari para pecinta kaligrafi di pulau Jawa, pameran seni seperti seni rupa, patung, lukisan-lukisan kaligrafer nasional dan internasional. Tidak hanya itu, ada pula sarahsehan nasional dengan tema “Dari Masjid Nusantara ke Masjid Al-Aqso” yang diisi oleh penulis novel islami dan sutradara film, Habiburahman El-Shirazy.

“Masjid merupakan tempat pembersih hati dan diri, selain itu juga pemersatu umat. Konflik masjid Al-Aqso di Palestina harus diredakan dengan pemersatuan, hati yang bersih menjadi salah satu kuncinya dan itu hanya kita dapatkan di dalam masjid,” tutur Habiburrahman.

Waryono Abdul Ghofur selaku Wakil Rektor III yang juga pembina laboratorium agama UIN Suka menambahkan, masjid adalah tempat ibadah, saat berada di dalamnya manusia akan mengingat Tuhannya. Sedangkan perselisahan di masjid Al-Aqso oleh tiga agama yakni Islam, Nasrani dan Yahudi diprovokatori oleh pihak luar. Di zaman khalifah Umar bin Khattab semuanya damai, tidak ada konflik tentang siapapun yang ingin beribadah di sana.

Reporter: Kristinawati

Redaktur: Wulan

Komentar

komentar

Baca juga  Tayangan Nina Bobo Ala Negara

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of