Puisi-Puisi Khoirul Anam: Nyanyi Sunyi Petani

Puisi-Puisi Khoirul Anam: Nyanyi Sunyi Petani

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

NYANYI SUNYI PETANI

 

Namamu kian dibabat di negeri ini
Atas nama kemodernan peradaban kini
Lahanmu dibeli dengan harga yang tidak tinggi
Engkau melawan, maka kudu siap dikebiri

 

Di sinilah letak negeri haha-hihi
Pagi bilang tempe sorenya beda lagi
Sejengkal tanah yang diklaim sepenggal surga ini
Cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh manusia
tapi ingat, tidak untuk kerakusannya

 

Apakah mereka lupa?
Sebagian Eropa dibangun dari tanah pertiwi
Melalui rempah-rempah dan hasil bumi

 

Kepadamu, Petani
Namamu kian abdi
Dengan menggenggam pacul memanggul mentari
Namamu kain wangi
Dengan berontak lawan korporat sendiri

 

21 November 2016

 

PERTEMUAN

 

Dalam kekudusanku menikmati kopi di warung tengah ndeso siang ini, terimakasih telah datang menyapaku Tuhan. Engkau hadir di antara orang-orang desa dengan segenap persoalannya. Engkau hadir di antara cerita-cerita mereka yang sedang bersusah payah mencari sesuap nasi demi menjumpa-Mu. Engkau hadir di antara setiap langkah perjuangan mereka, di antara orang desa yang mudah kita jumpai bersama kata-kata fasihnya (asu, bajingan, diancuk, dlsb), yang kuyakini sejauh ini adalah cara-Mu berdialog denganku. Tuhan, maka perkenankanlah aku membersamai mereka, menikmati setiap senyum ilahiat-Mu, karena yang sesederhana ini, adalah pertemuan cinta yang agung di antara kita.

 

9 Februari 2017

 

UNTUK ANAKKU

 

Belajar itu bukan bersekolah, anakku
Bersekolah hari ini tak lebih
Hanya persiapkan dirimu menjadi buruh
Buruh para pemilik modal itu
Taring-taringnya siap mengoyak imanmu

 

Oh Ki Hajar, betul ujarmu
sekolah hari ini adalah pabrik
Mencetak (?) mental-mental pegawai
Anakku, hari ini sekolah punya jargon langit
Tapi rasa-rasanya itu hanya obat buat tidurmu
Dan tak lebih omong kosong

Baca juga  Pelangi Persegi Panjang di Dunia Kubistik

 

Kulihat sekolah adalah bui
Bagi kebebasanmu menemukan sesuatu
Namun bagaimana jika tak ada sekolah?
Anakku, mungkin kamu akan kawin muda hahaha

 

sistem-sistem itu harus kita lawan!
Bagi kita yang merdeka, kepasrahan pada takdir adalah berjuang
Getir pahit kehidupan adalah bumbu perjuangan
Bolehkah kupinjam sabda Wiji Thukul?
Baiklah, terimakasih

“Hanya ada satu kata, LAWAN!!!!!”

 

18 April 2017

 

NASIHAT KHOIRUL BUAT ANAM

 

“Hisaplah dirimu sendiri, sebelum menghisap orang lain. Karena sudah sangat jelas bahwa Sayyidina Umar r.a ngendika “hasibu anfusakum qobla antuhasabu” bukan “hasibu ghairakum qobla anfusakum”.

 

19 Juni 2016

 

Khoirul Anam, penulis meninggal pada 10 Desember 2017. Syair penulis yang diterbitkan ARENA ini merupakan kiriman sahabatnya, Ahmad Pujianto. Anam atau yang kerap disapa Gus Irul tersebut merupakan mahasiswa di Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Pendiri Taman Baca Cahaya Pelangi Sokorini di Magelang. Penasehat Keluarga Mahasiswa Magelang (Karisma) dan anggota IPNU Magelang.

Komentar

komentar

1
Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of

great website, thanks for sharing it for us.