Selamat Jalan Pencipta Hymne UIN Suka

Selamat Jalan Pencipta Hymne UIN Suka

  • 116
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    116
    Shares

Lpmarena.com – Ilham Rusdi Mahasiswa Sastra Arab Fakultas Adab dan Ilmu budaya ini, masih ingat saat pertama kali ia mendengarkan lagu Hymne UIN Sunan Kalijaga. Saat itu tahun 2015, ia diterima sebagai mahasiswa baru di kampus tersebut. Seperti rutinitas tahunan, setiap peserta didik baru diwajibkan untuk mengikuti kegiatan sosialisasi pembelajaran (sospem). Darisanalah untuk pertama kalinya ia mengenal lagu kebangsaan warga UIN Suka.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu, menjadikan himne sebagai lagu wajib yang diperdengarkan. Begitu pun pada kegiatan Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK), yang pada tahun 2017 diubah menjadi Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).

Setiap acara resmi yang digelar oleh UIN Suka memang kerap menyuguhkan himne sebagai bagian dari rangkaian acara. Baik saat wisudaan, dies natalis kampus, atau acara resmi lainnya. Tidak heran jika lagu ini semacam lagu sakralnya warga UIN Suka. Namun Ilham mengaku, tak mengetahui sosok di balik lahirnya lagu itu.

Kondisi tersebut juga dialami Sabiq Ghidafian Hafidz, Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam ini mengaku tidak mengenal pencipta himne UIN Suka, meski ia tahu lagu tersebut sejak tahun 2012. Saat itu ia mendapatkannya melalui layanan pengunduhan yang disediakan portal informasi UIN Suka. Berdasarkan penelusuran ARENA, portal informasi tersebut hanya menampilkan teks lirik beserta nama pencipta, dan terdapat layanan mengunduh lagu versi Mp3. Namun tidak ada penjelasan khusus mengenai siapakah sosok penciptanya.

Mengenal H Suhadi

Sosok yang berperan menciptakan Hymne UIN Sunan Kalijaga itu adalah  H Suhadi. Seperti diungkapkannya dalam portal informasi kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, himne itu ia tulis pada tahun 1964. Bermula dari sayembara cipta himne IAIN yang digelar Departemen Agama—sekarang berganti nama menjadi Kementerian Agama. Lagu tersebut diperuntukan bagi IAIN, yang baru berdiri di Yogyakarta dan Jakarta.

Baca juga  Aksi Tuntut Nasionalisasi Freeport

Dalam sayembara itu ia tidak hanya dituntut untuk mampu mengarang bait-bait syair. Melainkan ia juga mesti mengaransemen lagu ciptaannya. Tentu harus sesuai dengan visi dan misi IAIN. Berdasarkan penilaian itu, penyelenggara memilih karyanya sebagai pemenang. Dari ajang tersebut ia menerima honor Rp 45 ribu.

Musisi kelahiran Yogyakarta ini, tidak hanya menciptakan Hymne UIN Sunan Kalijaga. Ia juga menjadi pencipta himne Universitas Islam Indonesia (UII) yang ditulisnya pada tahun 1977, dan beberapa lagu lainnya.

Seiring berjalannya waktu, dan transformasi IAIN menjadi UIN, di beberapa kampus himne mengalami perubahan, baik nama atau syair di dalamnya. Di UIN Suka sendiri, transformasi IAIN menjadi UIN berlangsung pada tahun 2004. Saat Amin Abdullah menjabat sebagai rektor UIN Suka. Menurut Abdul Jawad, mantan ketua Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Gita Savana periode 2014-2015 saat ditemui ARENA, Rabu (28/2), sebelum melakukan perubahan, Amin Abdullah meminta izin terlebih dahulu kepada H Suhadi. Hal itu sebagai bentuk penghargaan atas karya ciptanya.

Tidak hanya itu, atas permintaan pimpinan kampus, H Suhadi diminta untuk mengubah beberapa bagian lagu. Syair IAIN diganti menjadi UIN. Lirik “Integrasi interkoneksi” sebagai dasar semangat transformasi dari IAIN ke UIN juga ikut disematkan. Selain itu ada penambahan kata “Amin” dan not baru di akhir lagu. Meski terdapat perubahan, ia tetap bangga sebab itu dilakukan oleh dirinya. Abdul Jawad menilai himne itu, sebagai intisari dari visi dan misi UIN Sunan Kalijaga.

Kini sosok H Sunadi telah pergi menghadap sang pencipta. Ia berpulang pada Selasa 27 Februari 2018. Menurut postingan akun Listia Suprobo, jasad H Sunadi dimakamkan siang tadi, Rabu (28/2), di pemakaman Mejing, Gamping.Meski engkau telah tiada, namun karyamu akan abadi membekas dalam sanubari, lewat syair-syair bait yang kau sematkan. Selamat jalan maestro, semoga engkau mendapatkan tempat terindah di sisinya.

Baca juga  Loker Putri Perpustakaan Bocor

Reporter: Mujaeni

Redaktur: Wulan

Komentar

komentar

1
Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of

Hal itu sebagai bentuk penghargaan atas karya ciptanya.