Renovasi Gelanggang Mendesak, Rektorat Miskoordinasi

Spread the love

Lpmarena.com- Gelanggang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang masih di bawah standar mengakibatkan aktifitas mahasiswa yang menggunakan gedung tersebut tidak maksimal. Bahkan mereka kerap mengalami konflik dengan warga. Sebab, suara dari gelanggang mengganggu warga RT 04 wr 01 Dusun Ngentak, Sapen, Depok, Sleman karena hanya disekat pagar tembok, gang, dan selokan.

Kurniawan, lurah Teater Eska saat ditemui ARENA Sabtu(3/3), di  gelanggang setelah pementasan Tiga Bayangan usai mengungkapkan, pihaknya, yang bersentuhan langsung dengan warga karena menempati gelanggang, telah menandatangani  kesepakatan dengan warga bahwa aktifitas yang menimbulkan suara hanya boleh sampai pukul 22.00 WIB.

Berdasarkan pengamatan ARENA Sabtu malam (3/3), sekitar pukul 21.30 WIB lewat warga sudah membunyikan lonceng sebagai peringatan. “Kalo mengenai pembangunan gedung , ini sebenarnya sudah jadi isu lama banget,” ungkap Kurniawan. Bahkan pada tahun 2016 pihaknya sudah sampai berembuk dengan warga membuat rekomendasi renovasi gedung yang kemudian diajukan ke pihak rektorat.

Hal senada juga ARENA dapatkan ketika bertemu dengan Wahidin, Ketua RT 04, RW o1 Ngentak, Sapen. Namun, gayung tak kunjung bersambut, renovasi yang diajukan kedua belah pihak tidak juga muncul wujudnya.

Menanggapi masalah ini Wakil Rektor (WR) III Bidang Kemahaisswaan dan Kerjasama, Waryono Abdul Ghofur saat ditemui ARENA seusai mengikuti pementasan Teater Eska mengaku rekomendasi tersebut telah dia terima. Dilanjutkan dengan memasukkan rekomendasi tersebut pada bidang perencanaan yang berada di bawah wewenang Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan yang telah dilakukannya pada awal menjabat WR III sekitar pertengahan tahun 2016.

Saat ditanya apakah pihak rektorat memandang ini mendesak, justru menjawab bahwa dia mengetahui adanya MoU tersebut. Dan bahwa sepanjang rekomendasi tersebut belum direalisasaikan warga akan terus gelisah. Adapun persetujuan rekomendasi tersebut merupakan wewenang WR II. “Persoalannya saya sebatas mengusulkan dan mendesak,” terang Waryono.

Baca juga  LPM ARENA Gelar Lomba Essay dengan Hadiah "WOW"

Hal tersebut bertentangan dengan informasi yang ARENA dapatkan saat melakukan wawancara dengan WR II Sahiron beberapa minggu lalu melalui Whatsapp. Berkaitan dengan masalah gelanggang, Sahiron menyarankan agar pihak Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) mengirim surat rekomedasi atau permohonan kepada WR III, untuk kemudian dilanjutkan ke pihaknya.

Saat dikonfirmasi kembali pada Minggu (4/3), pukul 09.55 WIB melalui Whatsapp, Sahiron mengaku belum membaca surat tersebut. Menurutnya surat tersebut bisa saja terselip. Saat menanggapi pertanyaan apakah surat tersebut sudah sampai ke tangannya atau belum, Sahiron justru ragu apakah sudah membacanya atau lupa.

“Tapi kalau saya sudah baca dan saya disposisi tapi bisa saja pagu (jatah anggaran) habis,” jelasnya. Dia menyarankan agar pihak kemahasiswaan kemabali memasukkan surat kepadanya. “Atau bisa wakil mahasiswa kirim surat langsung ke pak Rektor atau WR II,” lanjutnya.

Reporter: Syakirun Ni’am

Redaktur: Wulan

Komentar

komentar

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of