Puisi-Puisi Khoirul Anam: Senasi Kucing Rindu

JALAN CAHAYA

Dijalan menujumu
Pejalan hilir-mudik mencarimu
Berbekal persembahan terbaik menurutnya
Tanpa tersadari bangkai ayamlah yang dibawa
Dijalan menujumu
Seorang pejalan terlihat bersimpuh disebuah altar
Dikiranya singgasanamu
Oh… betapa keceliknya
Dijalan menujumu
Seorang anak kecil menunggang keledai
Mengira sudah pantas menjadi penuntun para pejalan
Anak kecil itu lupa, keledainya berjalan terbalik
Dijalan menujumu
Mawar-mawar itu tumbuh
Disirami air kebersahajaan pejalan-pejalan
Bagi mereka yang peka
Itu bisa mengantarkan mereka ke puncak perjalanan
Dijalan menujumu
Silih bertemu di jejalanan berduri
Berpapasan satu sama lain
Lalu saling mendoa
Dijalan menujumu
Penuh liku-terjal yang menggetarkan
Dengan ikhlas menikahi derita
Semoga sang cahaya mencipratkan sedikit cahayanya
Menerangi jejalanan menuju mahacahaya

17 Mei 2017

 

TAFSIR SENJA

Seperti halnya senja, perlahan kini
Senyummu semakin menukik tajam
Diantara kaki-kaki langit yang
Segera melahirkan kegelapan
Aku, sebisa mungkin menikmati dengan bening
Barangkali adalah hari ini
Kali terakhir aku melihatmu, memeluk senyummu
Yang paling jingga

Burung-burung menebas cakrawala itu
Pohon-pohon kembali menundukan kepala
Air laut dengan langkah gemulai
Pergi meninggalkan karang
Kedalam hariabaan samudra tak bertepi
Perlahan malam seakan berkata
“Selamat jalan”
“Selamat datang kesepian”
“Selamat meneguk kesunyian”

Ngajogjakarta Hadiningrat, 06 September 2016

 

LUPA

Ada yang mati-matian mengejar dunia
Lupa bahwa sejak kecil
dia sudah ada di dalamnya
Selamat menebar cinta
bersama alam dan senyumnya

-makhlukecil-

8 Juni 2016

 

PENDEKAR

Cincin emas belum melingkar
Souvenir dan undangan pun belum tesebar
Selama ijab dan kobul belum terlontar
Akan ku kejar walau ku lawan PENDEKAR…

8 September 2011

 

SENASI KUCING RINDU

Kelak, sunyi ini menuju abadi
Hinggap di tepian arti
Menanak rindu setengah mati
Hingga angin membawa buah menanti

Baca juga  Puisi Sebagai Medium Berbuat Baik

Angkringan Wetanpom, Muntilan
28/06/2016

 

Khoirul Anam, penulis meninggal pada 10 Desember 2017. Syair penulis yang diterbitkan ARENA ini merupakan kiriman sahabatnya, Ahmad Pujianto. Anam atau yang kerap disapa Gus Irul tersebut merupakan mahasiswa di Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Pendiri Taman Baca Cahaya Pelangi Sokorini di Magelang. Penasehat Keluarga Mahasiswa Magelang (Karisma) dan anggota IPNU Magelang.

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of