Sekolah Relawan, Cetak Relawan Humanis

Sekolah Relawan, Cetak Relawan Humanis

  • 14
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    14
    Shares

Lpmarena.com– Paguyuban Pengajar Pinggir Sungai (P3S) menggelar Sekolah Relawan (SR) dengan tema “Belajar dengan Asyik, Melawan dengan Gembira” di Desa Pangkah, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, pada Sabtu(31/3).

SR merupakan pendidikan kerelawanan dasar bagi calon anggota P3S, organisasi kerelawanan yang bergerak di bidang pendidikan alternatif. Khususnya di bantaran Kali Code, Kelurahan Sinduadi, Kecamatan Mlati, Sleman.

“Sekolah relawan ini penting, sebagai bekal relawan,” ungkap Galih Yudi Setyawan, Ketua P3S saat ditemui ARENA selepas acara, pada Minggu (1/4).

Menurut Galih, melalui SR calon relawan dilatih menciptakan metode-metode belajar sederhana, menggunakan berbagai studi kasus yang biasa terjadi pada anak-anak bantaran Kali Code. Setelah mengikuti sekolah ini, calon relawan akan menjadi pengajar volunteer di bantaran Kali Code.

Dalam SR, materi-materi disajikan secara mendasar namun menyeluruh dan aplikatif. Calon relawan dimatangkan ke dalam satu kerangka berpikir mengenai keorganisasian, pengenalan ke-P3S-an, kemasyarakatan, serta kepemimpinan yang nantinya akan diamalkan ketika sudah menjadi relawan pengajar di Kali Code. Setelah mengikuti SR, selama tiga bulan mendatang relawan akan diberi pemahaman lebih mendalam tentang materi dan latihan secara lebih intens, sebelum nantinya benar-benar terjun lapangan.

“Berbeda dengan tahun lalu, Sekolah Relawan tahun ini lebih menekankan pada praktik,” tegas Galih. “Tidak hanya knowledge saja yang ditekankan, tapi juga value atau nilai agar tidak ada ketimpangan,” sambungnya.

SR memang baru dimulai tahun lalu. Sementara P3S sudah dideklarasikan sejak 30 November 2014 di gedung Xaverius Universitas Sanata Dharma Yogyakata. Selain kegiatannya di bantaan Kali Code, komunitas ini juga membangun perpustakaan Rumah Baca Turunan di Desa Sendowo, sinduadi, Mlati, Sleman.

Baca juga  Toleransi Berkeadilan Gender

Debrina Dwi, calon relawan dari program studi Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berpendapat kegiatan ini merupakan ajang yang cocok untuk berproses menjadi relawan. Sementara Nafilah Rizqy, yang juga bergiat di Gadjah Mada Mengajar, berpandangan melalui sekolah ini, peserta belajar tentang keorganisasian dengan orang yang berbeda-beda dan belajar berpikiran kritis.

“Segala hal mesti dipikirkan masak-masak,” tutur mahasiswi Psikologi Universitas Gajah Mada tersebut.

Muhammad Faruq, koordinator acara SR berharap agar semangat kerelawanan peserta bisa ditularkan. Sebab banyak orang-orang di luar sana yang membutuhkan semangat orang lain.

“Kalau tidak ada Umar Bakrie seperti kita ini, maka tidak akan ada BJ Habibie,” tutupnya.

 

Magang  : Tsaqif Al Adzin Imanulloh.
Redaktur : Fikriyatul Islami M.

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of