Mahasiswa Dituntut Mandiri Sejak Dini

Lpmarena.com-Mahasiswa pada masa sekarang dituntut lebih mandiri dan tidak bergantung pada lowongan pekerjaan yang disediakan pemerintah, seperti pegawai negeri sipil (PNS), misalnya. Hal ini dikarenakan lapangan pekerjaan yang disediakan oleh pemerintah terbatas dan tidak bisa diandalkan. Padahal banyak peluang kerja di luar pemerintahan.

Kewirausahan merupakan salah satu sektor yang menjadi tawaran. Hal ini disampaikan oleh Ipunk Purnianto Rajiman, Kepala Sekolah Keluarga Gama Mandiri (KGM), lembaga yang memiliki fokus di wilayah kewirausahaan, dalam talk show “Membangun Jaringan Bisnis Alumni, Mahasiswa, Pengusaha, dan Akademisi”, yang dilaksanakan di teatrikal fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada Selasa (3/4). Menurutnya, mental mahasiswa harus terbuka untuk berwirausaha.

“Kalau mereka tidak punya peluang, kita yang memberi peluang. Mengajarkan, menuntun, sampai mereka mandiri,” ujar Ipunk saat ditemui ARENA seusai acara dihelat.

Kemandirian sejak dini perlu ditingkatkan di kalangan mahasiswa untuk mengurangi pengangguran sarjana. Senada dengan Ipunk, Maya Rahmayanti, dosen program studi (prodi) Kimia fakultas Saintek yang juga memiliki butik, membenarkan bahwa berwirausaha sejak dini dapat membantu mahasiswa untuk mandiri.

“Tidak harus menunggu nanti ketika lulus tidak bisa ngapa-ngapain” ucap Maya.

Taufiq Aji, ketua panitia talk show tersebut menambahkan bahwa mahasiswa sekarang terlalu minder untuk membangun wirausaha. Ia berharap kerjasama ini dapat menyadarkan mereka agar mandiri berwirausaha.

Trianto Nugroho mahasiswa prodi Kimia UIN Sunan Kalijaga yang mengikuti kegiatan tersebut memberikan respon positif atas diselenggarakannya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut mengispirasi dirinya.

“Kesuksesan bukan mengenai dirinya sendiri tetapi kesuksesan itu bagaimana kita bisa untuk menyukseskan orang lain” ungkapnya.

 

Magang : Astri dan Ach Nurul Luthfi.

Baca juga  Mengurai Benang Kusut Intoleransi

Redaktur : Fikriyatul Islami M.

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of