Tiga Guru Besar akan Dikukuhkan, UIN Sunan Kalijaga Masih Kurang Banyak Profesor

Tiga Guru Besar akan Dikukuhkan, UIN Sunan Kalijaga Masih Kurang Banyak Profesor

  • 24
    Shares

Lpmarena.com-UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta akan mengukuhkan tiga profesor dalam waktu dekat ini. Mereka adalah Kamsi dan Euis Nuriaelawati Fakultas Syariah dan Hukum, serta Al Makin dari Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor I bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Sutrisno, Senin (9/4) pagi saat ditemui ARENA setelah mengajar di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Islam.

Baik Kamsi maupun Euis Nuriaelawati telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) kenaikan jabatan fungsional menjadi guru besar dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi. Kamsi menjadi guru besar bidang Politik Hukum Islam sejak tahun lalu, Euis Nuriaelawati menjadi guru besar di bidang Hukum Perdata Islam, sementara Al Makin masih dalam proses pembuatan SK.

“Dalam waktu dekat ini sudah ada tiga (guru besar),” kata Sutrisno sambil berjalan menuju gedung Pascasarjana. “Pak Makin mungkin berapa minggu lagi akan turun SKnya,” lanjutnya.

Menjelang sore, ARENA melakukan konfirmasi informasi tersebut pada Al Makin. Dia menunjukkan pada kami surat dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi, nomor /D2.1/KP/2018 yang ditujukan pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama pada bulan April 2018. Menyatakan bahwa Penentapan Angka Kredit (PAK) yang diajukan pada 28 Februari 2018 telah diproses dan disetujui jabatan fungsional guru besar bagi Al Makin pada tanggal 1 Maret 2018.

Perlu diketahui, tiga guru besar ini bukan hasil dari program Post Doc yang dicanangkan oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi yang dimulai pada 2016 lalu. Meski demikian, Al Makin mengungkapkan bahwa capaiannya secara tidak langsung tidak terlepas dari peran rektorat. Sebab, untuk menjadi guru besar atau profesor tidak hanya mensyaratkan publikasi internasional. Tetapi juga harus mengurus administrasi.

Baca juga  Penghujung Kau dan Aku: Jalan Sufi Mencegah Fanatisme

“Karena birokrasinya dipermudah,” ujar calon guru besar bidang Filsafat tersebut.

Sementara itu, Sutrisno juga memandang sejauh ini jumlah guru besar di UIN Sunan Kalijaga sendiri memang belum ideal. Menurutnya, guru besar di kampus minimal 15 persen. Berdasarkan data yang ARENA dapatkan dari salah satu Dekan di kampus, jumlah keseluruhan dosen UIN Sunan Kalijaga 502 orang. Sehingga idealnya, 75 orang dari jumlah tersebut harusnya guru besar. Namun sejauh ini jumlah guru besar, termasuk Kamsi, di kampus hanya 31 orang atau 6,1 persen.

Penyebaran guru besar tersebut juga tidak merata. Bahkan menujukkan adanya ketimpangan antar fakultas. Fakultas Syari’ah dan Hukum memiliki 9 guru besar, Adab dan Ilmu Budaya 7 guru besar, Ushuludin dan Pemikiran Islam 6 guru besar, 5 guru besar di Pascasarjana, dan 4 guru besar di Tarbiyah dan Keguruan Islam. Sementara empat fakultas lain, yakni Ekonomi dan Bisnis Islam, Dakwah dan Komunikasi, Sains dan Teknologi, serta Ilmu Sosial dan Humaniora tidak memiliki profesor sama sekali.

Selain itu, fakta ini menunjukkan bahwa guru besar yang ada masih kurang dari setengah dari prosentase yang diidealkan Sutrisno. Sementara dalam lima tahun ke depan saja terdapat tujuh guru besar yang akan pensiun karena usianya menginjak 70 tahun.

Sutrisno mengaku pihaknya tidak risau dengan guru besar yang akan pensiun. Di sisi lain adanya Program Post Doc tidak dicanangkan hanya sebatas untuk mengantisipasi profesor yang bebas tugas. Namun, lebih dari itu untuk memenuhi kebutuhan guru besar di UIN Sunan Kalijaga.

“Kami memang harus meningkatkan prosentase guru besar tadi,” jelasnya.

Reporter : Akmaluddin dan Ni’am

Redaktur : Fikriyatu Islami

Foto: uin-suka.ac.id

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of