UIN Sunan Kalijaga akan Buka Fakultas Baru

Lpmarena.com- UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta akan membuka beberapa fakultas baru. Di antaranya adalah Fakultas Kedokteran, Fakultas Kemaritiman, Fakultas Teknik, dan Fakultas Psikologi. Wacana tersebut disampaikan oleh Sutrisno, Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Senin (9/4) saat ditemui ARENA di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Islam

Hal itu dibenarkan oleh Sahiron WR II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan saat dikonfirmasi ARENA melalui WhatsApp, Selasa (10/4). “Ada kemungkinan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kemaritiman,” tulis Sahiron dalam pesan tersebut.

Sebagaimana disampaikan Sutrisno, adanya fakultas-fakultas baru merupakan upaya pengembangan kualitas kampus. Tak hanya demikian, pembukaan beberapa fakultas ini juga sebagai penyedia tenaga ahli untuk bangsa. “Indonesia masih sangat kekurangan tenaga teknik, makanya kita merencanakan fakutas tersebut,” jelasnya.

Pada dasarnya keempat fakultas itu masih sebatas rencana dan obrolan di rektorat. Hal itu bisa saja berubah. Adakalanya akan terjadi pengurangan atau penambahan fakultas yang belum disebutkan. Bisa jadi pihak rektorat akan merespon kebutuhan-kebutuhan ke depan, dan juga mengadakan analisis-analisis baru.

Mengetahui isu tersebut, beberapa mahasiswa memberi tanggapan. Ersa Elfira Khaiya, mahasiswi Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam mengapresiasi rencana pembukaan fakultas baru di UIN. “Saya pribadi sangat mengapresiasi rencana itu. Karena fakultas di UIN masih tergolong sedikit, dan demikian butuh tambahan,” tutur Ersa saat dihubungi ARENA, Selasa (10/4).

Menurut Ersa, fakultas di UIN yang hanya berjumlah delapan fakultas, memang harus ditambah lagi. “Kalau kita lihat universitas Islam lainnya, rata-rata lebih dari delapan fakultas. Kalau universitas Islam lain bisa, kenapa kita tidak?” ungkap mahasiswi anggkatan 2016 tersebut.

Berbeda dengan Ersa, Ketua Senat Mahasiswa (Sema) Universitas Afit Rezky Sandy dari program studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), menyatakan UIN perlu mengoptimalkan fakultas-fakultas yang sudah ada sebelum berencana membuka fakultas baru. “Masa iya, sudah ada rencana membuka Fakultas Kedokteran, padahal laboratorium Saintek saja masih begitu. Bagaimana dengan laboratorium Kedokteran nantinya yang secara kapasitas lebih besar?” terang Afit saat ditemui ARENA di kantor Sema Universitas, Selasa (10/4).

Baca juga  Aksi Sosialisasi Bagi Penderita Skizofrenia

Lebih lanjut, Afit menjelaskan bahwa wacana pembukaan fakultas baru UIN Sunana Kalijaga sebenarnya tidak menjadi soal. Akan tetapi, perlu ada persiapan lebih panjang dan mendalam untuk mewujudkan rancangan tersebut. “Rasanya, butuh puluhan tahun untuk memaksimalkan rencana tersebut,” tuturnya.

Dalam penjelasannya kepada ARENA Sutrisno mengungkapkan bahwa rencana pembukaan fakultas baru merupakan bagian dari pembangunan kampus II UIN Sunan Kalijaga.

Rencana Pembangunan Kampus II

Proses perencanaan penambahan fakultas dan pembangunan Kampus II dimulai sejak 2015, 2016 dan 2017, kemudian berlanjut sampai tahun ini. Sutrisno berharap periode 2018-2019 pembebasan lahan sudah rampung. “Kalau 2018-2019 pemebebsan lahan selesai, 2020 kita ajukan. Tahun selanjutnya bisa digunakan.”

Berdasarkan data yang diperoleh dari surat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta nomor 593/22544. Perkiraan luas tanah yang dibutuhkan adalah 369.109.52 meter persegi.

Lahan yang menjadi lokasi pembangunan adalah Desa Guwosari Kecamatan Pajangan, Bantul. Sebagaimana dilansir dari laman UIN Sunana Kalijaga, bahwa penempatan lokasi dilakukan setelah kajian-kajian dan konsultasi ke Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dipilihnya wilayah Pajangan oleh pemerintah DIY atas dasar untuk melakukan pengembangan strategis pada masyarakat Bantul, sehingga mereka menjadi maju dan sejahtera.

“Rencana pembunganan kampus II ini menjadi salah satu upaya pemaksimalan pembelajaran. Karena di Kampus I saat ini sudah sangat padat,” tutur Sutrisno

Meskipun rencana pembangunan Kampus II menjadi upaya pengembangan kualitas pendidikan, UIN harus tetap memperhatikan masyarakat desa dan mempertimbangkan dampak-dampak yang akan ditimbulkan. “Jangan sampai kita mengorbankan lahan pertanian masyarakat yang masih produktif dan menjadi penghidupan mereka. Carilah lokasi yang sekiranya sudah tidak produktif untuk pertanian” tutup Afit.

Reporter: Hedi
Redaktur: Fikriyatul Islami

Baca juga  Siswa Butuh Konselor Pendidikan

Foto: www.duta.co

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of

Send this to a friend