Lagi-lagi KKN Tanpa Dana Stimulan

  • 8
    Shares

Alokasi dana dari Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) habis untuk biaya operasional, selain itu dana stimulan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun ini tidak tersedia.

Lpmarena.comAl Makin, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM ) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjelaskan, bahwa sumber dana stimulan yang selama ini diambil dari akun Bantuan Sosial (Bansos) Kementerian Sosial sudah tidak bisa diakses sejak tahun 2015, sehingga sejak tahun lalu dana stimulan KKN sudah tidak ada. Hal tersebut disampaikan Al Makin saat rapat pembahasan KKN semester pendek, di ruang Suka Carity, Gedung Rektorat Lama lantai 2, pada Selasa (17/04) sekitar pukul 14.00 WIB.

Dia juga menjelaskan, kerjasama dengan Federasi Corporate Social Responsibility (CSR) Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul dengan program membangun kawasan wisata religius yang baru dimulai tahun ini. Tidak dapat menurunkan bantuan dalam bentuk uang, melainkan dalam bentuk produk. Seperti fasilitator program pelatihan. “Federasi siap mengisi pembicara atau narasumbernya,” terang Makin.

Terkait kerjasama tersebut, Didik Krisdiyanto, Kepala Pusat Pengabdian menambahkan, bantuan dari kerjasama dengan Federasi CSR hanya diperuntukkan bagi kelompok-kelompok KKN yang diterjunkan di daerah Saptosari, Gunung Kidul. Di lain sisi, alokasi dana dari BOPTN sebesar Rp 1.168.685.000,00  untuk pengabdian habis untuk membiayai kegiatan oprasional. Sehingga tidak ada alokasi untuk dana stimulan tahun ini.

Romli Muallim, Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) Universitas yang turut hadir dalam rapat menceritakan, ditiadakannya dana stimulant KKN tahun lalu, mengakibatkan mahasiswa yang melaksanakan KKN terfokus pada penyebaran proposal kegiatan, sehingga program-program yang telah direncanakan banyak yang tak terlaksana.

Menaggapi hal tersebut, Zakia Mega salah satu peserta KKN tahun ini menyatakan, jika program KKN merupakan agenda kampus, masyarakat, dan mahasiswa, maka ketiga pihak ini harus saling diuntungkan.

Baca juga  UIN SUKA Menuju Kampus Siaga Bencana

Menurutnya jika dana stimulan ditiadakan, akan merugikan pihak mahasiswa. Karena mereka harus mencari sumber pendanaan untuk melaksanakan program kerja. “Toh ini bukan KKN mandiri, jadi mau tidak mau kampus harus bertanggung jawab,” tutur Zakia.

Reporter: Ilham Habibi

Redaktur: Ajid FM

sumber gambar: http://www.mahmudbasuki.com

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of