Peringati Hari Bumi, Muda Mudi Kritik Perusakan Lingkungan

  • 11
    Shares

  Lpmarena.com– Dalam rangka memperingati Hari Bumi internasional, sejumlah aktivis dari Aliansi Muda-Mudi Membumi melakukan aksi Karnaval Budaya sepanjang jalan Malioboro menuju titik nol KM Yogyakarta, Minggu (22/4).

Dalam karnavalnya, mereka membawa berbagai macam wayang hasil bumi, seperti cabe, terong, semangka, sebagai simbol hasil bumi. Selain itu terdapat juga wayang alat berat excavator sebagai simbol perusak hasil bumi.

Himawan Kurniadi selaku Koordinator Umum (Kordum) aksi, menjelaskan bahwa selain merespon problematika lingkungan yang terjadi di Indonesia, secara khusus aksi ini juga merespon beberapa isu lingkungan yang terjadi di Yogyakarta. Seperti masifnya pembangunan hotel dan apartemen serta pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo.

“Selain pembangunan hotel yang mengakibatkan krisis air bersih, kita juga menyoroti pembangunan bandara NYIA di Kulon Progo,” jelas Himawan saat ditemui ARENA.

Oden Muhammad selaku Koordinator Lapangan (Korlap) aksi juga menjelaskan hal demikian. Momen ini digunakan untuk mengingat kembali problematika pembangunan yang terjadi di Indonesia yang kurang memerhatikan lingkungan. Menurutnya, pembangunan saat ini belum memperhatikan keberlangsungan bumi sebagai tempat tinggal satu-satunya bagi manusia.

“Di Kulon Progo hari ini, lebih dari 500 Hektar menghilang hanya untuk membangun satu kebutuhan bernama bandara,” ujar Oden.

Oden berharap, aksi ini bisa mengingatkan kembali pada masyarakat bahwa pembangunan harus mengutamakan lingkungan. Indonesia sebagai salah satu neger agraris, sudah semestinya mendahulukan lingkungan dari pada kepentingan-kepentingan lain. “Ya ini harapan kita kedepan, agar generasi penerus masih mudah mengakses air bersih dan menghirup udara segar” pungkas Oden.

Reporter: Irhas Febri

Redaktur: Ajid FM

 

Komentar

komentar

Baca juga  Warga Kulonprogo Tolak IPL di PTUN

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of