Seriusi Online, Persma Bisa Maksimalkan Isu Kampus

Lpmarena.comPerkembangan teknologi membawa pengaruh dalam berbagai hal, salah satunya media pemberitaan. Pasalnya, dunia jurnalistik kini telah banyak bergeser dari berita di media cetak kepada berita di media online. Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang awalnya berkarya melalui media cetak, kini mulai beralih kepada media online. Hal tersebut disampaikan oleh wartawan Tirto.id, Agung DH dalam diskusi yang diadakan oleh LPM Ekspresi, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Agung menyampaikan bahwa kampus menjadi keuntungan besar media online yang dikelola LPM. Ini merupakan kesempatan menjadikan kampus sebagai tempat untuk eksplorasi, bahan riset dan analisis data dalam pemberitaan. Selain itu, juga akan menumbuhkan kebiasaan wartawan untuk melaporkan  hal-hal remeh dalam kampus. Perkara yang tidak diketahui oleh media mainstrem dan belum tercover di media manapun menjadi hal menarik untuk diberitakan.

Memahami seluk beluk kampus sangatlah diperlukan. Mengingat kampus adalah sumber informasi yang berlimpah dan akses terdekat. Hal-hal sederhana di kampus menjadi sangat penting untuk diberitakan jika ditanggapi dengan serius dan dikuliti hingga habis. Banyak keuntungan media online di kampus, salah satunya  uang yang seharusnya untuk biaya produksi media cetak dapat dialihkan untuk mendatangkan ahli, sehingga anggota lebih paham dan memiliki wawasan. “Tidak ada beban jika online di kampus,” jelasnya di Student Center lantai 3 UNY, Jumat (27/4).

Menurut Agung yang pernah menjadi wartawan Detik.com ini, ada banyak kasus di kampus yang dapat diberitakan. Seperti isu biaya kuliah, skripsi, kekerasan pada mahasiswa, transaksi gelap oleh mahasiswa, keaktifan dosen dan mahasiswa, dan isu sejenis. Hal tersebut memang sederhana, namun jika disampaikan dengan serius, mendalam dan didukungan data yang jelas akan menjadi menarik. Pemberitaan lingkungan sekitar kampus, seperti kos mahasiswa, juga bisa menambah isu pemberitaan.

Baca juga  Memposisikan Diri di Era Keterbukaan Informasi

Agung yang belum pernah bekerja di media cetak menilai, media online tidak semudah yang dibayangkan. Pengembangan teknologi dan kecepatan pemberitaan  perlu dipertimbangkan. Pemilihan judul juga perlu diperhatikan untuk menarik pembaca. Media online dapat dijadikan pembelajaran dan pendisiplinan bagi anggota pers mahasiswa untuk memasuki lingkungan kerja nantinya. Tetap konsisten menulis setiap hari, menjadikan setiap karya sebagai prestasi dan tidak merasa terpaksa dalam mengerjakannya.

Hal tersebut telah dimulai oleh LPM ARENA, sejak 27 Maret 2018 lalu. LPM Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga itu memutuskan untuk fokus ke media online. Keputusan tersebut telah melewati perdebatan alot dengan anggota dan pengurus. Ditinjau dari berbagai hal, seperti respon pembaca yang mulai berkurang, ongkos produksi naik, banyaknya tenaga yang dikeluarkan, ditambah lagi fenomena media online yang semakin kuat. Hal tersebut disampaikan oleh pimpinan redaksi LPM ARENA, Syakirun Ni’am seusai diskusi.

“Berganti ke media online sebenarnya wacana yang sudah lama, kami merasa kalau bukan sekarang kapan lagi, yang kami utamakan adalah efektivitas dan produktivas dari anggota sendiri,” jelasnya.

 

Reporter: Kristinawati

Redaktur: Fikriyatul Islami

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of