Pos Polisi UIN Dibakar, Polisi Tangkapi Massa Aksi

  • 5
    Shares

Lpmarena.comMasa aksi yang tergabung dalam Gerakan Satu Mei (Geram) melakukan aksi di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga. Aksi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Buruh Internernsional atau lebih dikenal dengan May Day, Selasa (01/05).

Dalam aksi tersebut Geram membawa beberapa tuntutan, salah satunya menolak dibangunnya bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo. Mereka menganggap pembangunan bandara tidak berdampak pada kesejahteraan rakyat, dan membela penguasa.

Aksi dimulia pada pukul 15.00, dengan memblokade lalu lintas jalan Solo-Yogyakarta. Sekitar pukul 16.30 aksi berujung ricuh, massa aksi membakar pos polisi yang berada di persimpangan. Pemabakaran tersebut dilakukan saat koordinator aksi membacakan tuntutan aksi.

Pembacaan tuntutan belum selesai, amuk warga meluap, karena merasa tidak nyaman dengan adanya aksi, disebabkan masa aksi yang menganggu ketertiban umum dan melukai warga.

Suasana semakin panas, baku hantam antara warga, polisi, dan masa aksi terjadi. Masa aksi melarikan diri ke arah selatan masuk ke kampus UIN Sunan Kalijaga. Salah seorang masa aksi yang tertangkap warga dibawa ke pos polisi dan diadili warga sampai berlumuran darah.

Salah seorang massa aksi yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan kericuhan tersebut berawal dari banyaknya kendaraan bermotor yang merasa resah dengan kondisi jalan yang macet. Pihak kepolisian menginginkan massa aksi untuk memperkecil lingkaran, namun massa aksi menolak.

“Saya tadi baru selesai ngecek penutup jalan dekat pos satpam bantuin putar balik mobil, aku meh mbalik tapi wong-wong wis do melayu,” terangnya saat diwawancarai ARENA melalui Whatsapp.

Suasana semakin tegang, setelah beberapa bom molotov ditemukan oleh polisi. Polisi melakukan penggerebekan di kampus UIN Sunan Kalijaga. Amarah polisi dan warga tidak terkontrol yang mengakibatkan beberapa kali terjadi salah tangkap. Seperti halnya yang dialami Haris salah seorang mahasiswa Biologi semester empat. Dia ditendang oleh salah seorang aparat kepolisian karena diduga terlibat dalam aksi. Padahal dirinya sedang mengerjakan tugas di depan labolatorium Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek).

Baca juga  Tidak Ada Dana Stimulan KKN, Senat Mahasiswa Gelar Audiensi

Penggrebekkan dilakukan hingga pukul 18.30. Puluhan massa aksi yang tergabung dalam aliansi tertangkap dan dibawa kantor kepolisian untuk diintrogasi.

Firman dari Kepolisian Resor (Polres) Sleman mengatakan, dirinya belum dapat mematiskan massa aksi yang ditangkap berasal dari kampus mana. Pasalnya, memang pihak kepolisian belum mendapatkan keterangan dari masa aksi yang tertangkap. “Kami di sini sebagai penengah untuk meredam emosi massa aksi dengan warga, ini sudah tidak lagi polisi yang marah, Tetapi warga juga marah,” jelasnya.

Hakil Putra (23), warga Papringan merasa aksi tersebut sudah tidak lagi wajar. Pasalnya, sudah merusak fasilitas warga. “Saya juga buruh, tapi juga tidak seanarkis itu dalam menyampaikan tuntutan,” terangnya.

Reporter: Abdul Qoni Akmaluddin

Redaktur: Ajid FM

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of