“Refleksi 20 Tahun Reformasi” Gerakan Mahasiswa

  • 11
    Shares

Lpmarena.com– Masyarakat dan civitas akademika terutama mahasiswa jangan sampai melupakan peristiwa jatuhnya rezim orde baru. Terutama gerakan mahasiswa, agar menjadi refleksi perbandingan antara gerakan mahasiswa orde baru dengan gerakan mahasiswa sekarang. Reformasi hingga saat ini tidak kunjung membaik sehingga mahasiswa perlu terus menyumbangkan ide-ide baru kepada pemerintah.

Agus Bintoro, selaku penanggungjawab kegiatan Road Show Pameran Foto Peristiwa Reformasi 1998 di lobi dan taman Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga, mengungkapkan ingin masa reformasi kembali diingat melalui foto yang dipajang dalam pameran.

Ia menyatakan bahwa masyarakat saat ini seolah lupa dengan salah satu titik balik sejarah Indonesia, karena peristiwa tersebut dirasa getir, pahit, dan tidak mengenakkan.

Di dalam pameran terdapat sekitar 300 foto dan dokumen berasal dari arsip nasional, wartawan, kantor berita dan lembaga masyarakat. Beberapa foto diperoleh secara langsung dari orang yang terlibat dalam peristiwa 98 dan mendokumentasikannya. Pameran tersebut menampilkan berbagai kejadian ketika kejatuhan orde baru, mulai dari tokoh yang terlibat, aksi yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat, serta bentrok antara massa dengan aparat keamanan pemerintah.

“Foto ini tidak dapat berbicara, tapi menggambarkan bukti sejarah bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi,” papar Agus saat ditemui ARENA, Selasa (01/05).

Qurota Ayun, salah satu mahasiswa Fakultas Adab dan Ilmu Budaya merespon pameran foto secara positif. Ia mengaku menjadi tahu bahwa tidak semua aksi yang dilakukan saat itu merupakan aksi anarkis.

“Beberapa aksi ternyata dilakukan dengan damai,” ucapnya sembari melihat satu persatu foto di taman Fakultas ketika ditemui ARENA Selasa siang.

Ia menambahkan, sebagai salah satu mahasiswa sejarah, acara semacam ini menambah wawasannya mengenai sejarah nasional Indonesia, terutama masa kejatuhan orde baru.

Baca juga  Sisi Kemanusiaan Papua Lewat “Remahili”

Pameran ini akan dilaksanakan di enam kampus Yogyakarta selain UIN Sunan Kalijaga. Yaitu Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Universitas Jawabrada dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.

Pameran foto yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) ini merupakan peringatan 20 tahun tumbangnya rezim orde. Acara ini digelar serentak di 11 kota di Indonesia. Sementara acara puncak akan dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2018. Acara puncak itu sekaligus penutupan acara Road Show Pameran Foto Reformasi ’98.

Reporter: Dian

Redaktur: Fikriyatul Islami

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of