Tadarus Puisi Teater Eska XXI 2018: Penghujung Kau dan Aku

Tadarus Puisi Teater Eska XXI 2018: Penghujung Kau dan Aku

  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Setelah sukses dengan pementasan Tiga Bayangan di awal Maret 2018, Teater Eska UIN Sunan Kalijaga siap menggelar pementasan kembali dengan nuansa religius, yaitu Tadarus Puisi.

Sesuai dengan prinsip yang dimiliki, Teater Eska membawa kesenian sebagai media dakwah. Dakwah Teater Eska melalui seni pertunjukkan dikemas secara kreatif dengan memunculkan segenap pertanyaan yang menggelisahkan untuk menjawab berbagai persoalan sosial yang sudah, sedang dan atau kemungkinan yang akan terjadi.

Tadarus puisi adalah pembacaan puisi yang dikemas dengan teknik teater dengan mengambil puisi sebagai bahan pokok yang diadaptasi menjadi naskah pementasan. Tadarus puisi menjadi kegiatan rutin tahunan dengan tujuan untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan dan salah satu cara dalam mengapresiasi karya sastra berupa puisi, serta sebagai media refleksi diri, eksplorasi gagasan dan estetika dalam berkesenian.

“Penghujung Kau dan Aku” merupakan judul pementasan tadarus puisi Teater Eska UIN Sunan Kalijaga. Pementasan bertema Kasyf ini disutradarai oleh Habiburrachman dan astrada Abdul Ghofur. Bercerita tentang seseorang dalam perjalanan menuju insan kamil sekaligus mengenal Tuhannya.

Naskah adalah hasil adaptasi dari puisi-puisi Al Attahiyat dan dibaca menggunakan pemikiran Ibnu Arabi yang menjelaskan seperti apa seseorang yang tersingkap tabirnya dan bagaimana tahap-tahap menjadi seorang insan kamil. Dalam teorinya, manusia yang telah menjadi insan kamil mesti menjalani tiga tahap, yaitu Takhalli (sikap/tindak pembersihan diri), Tahalli (pengisian diri dengan hal-hal terpuji) dan Tajalli (menghias diri lebih dari ibadah), yang ketiganya jalan berbarengan.

Tema ini dipilih untuk menjawab persoalan manusia yang kehidupannya sering terjebak pada fanatisme terhadap keyakinan partikularis atau perbedaan masing-masing baik agama maupun golongan. Sementara insan kamil mampu melihat dan memberikan suatu pandangan mengenai pertautan universal dari sekian perbedaan atau keragaman identitas dan kebenaran.

Baca juga  Menyoal Kenaikan BBM dan Perekonomian Indonesia

Seperti pementasan teater pada umumya, Tadarus Puisi juga dikonsep dengan paduan koreografi, lampu, musik, tata panggung dan unsur lainnya. Walaupun begitu, Tadarus Puisi memberi atmosfer yang berbeda bagi para penikmat seni, mahasiswa dan masyarakat umum.

Pementasan ini akan dilaksanakan pada tanggal 21 & 26 Mei 2018 di Dusun Rejodani, Sariharjo, Ngaglik, Sleman dan Parkiran Syariah & Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tanpa harus menggunakan tiket berbayar.

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of