Black Mirror: Sisi Kelam Modernitas

  • 9
    Shares

Tumbuh-kembang teknologi di tengah-tengah masyarakat satu sisi memudahkan namun juga menghadirkan berbagai polemik. Black Mirror adalah serial televisi (TV) yang bercerita tentang kelamnya zaman modern yang menjadi ladang subur bagi teknologi dan internet.

Melalui tulisan ini saya akan memberikan ulasan tentang episode satu dari season satu serial Black Mirror berjudul The National Anthem yang bercerita tentang Perdana Menteri Inggris Michael Callow.

Di suatu pagi ketika orang-orang Inggris mulai menuju penghujung tidurnya, Michael Callow, Perdana Menteri Inggris dibangunkan oleh stafnya karena ada informasi tentang penculikan Putri Inggris, Sussanah. Berita penculikan tersebut menjadi permulaan yang menegangkan bagi adegan ini. Callow yang masih memakai pakaian tidur, berkumpul di ruangan kerjanya, bersama empat orang staf menonton video dari si penculik.

Video tersebut menampilkan keadaan Sussanah yang terikat dikursi, menangis dan dipaksa untuk membaca tuntutan yang harus dilakukan Callow agar ia dibebaskan.

“Aku Sussanah, putri bangsawan Beaumont, lebih dikenal dengan putri Sussanah. Aku berada di tempat yang tak bisa kalian lacak. Perdana Menteri, Michael Callow… Perdana Menteri, Michael Callow, hidupku bergantung padamu. Jika kau tak menuruti perintah, pada pukul empat sore ini, aku akan dibunuh.” Sussanah berhenti berbicara karena menangis.

Callow justru bingung dan menanyakan apa yang dituntut oleh penculik. Uang? Pembebasan tahanan jihad? Pembebasan hutang negara miskin? melindungi taman pustaka?

Stafnya hanya terdiam mendengar tebakan Callow pertanda bukan hal itu yang diinginkan oleh penculik.

Salah satu staf kembali menjelaskan bahwa tuntutan penculik sangat serius. Semakin bingung, Callow memerintah agar video tersebut diputar kembali.

“Hanya ada satu tuntutan sederhana. Pada pukul empat sore ini, Perdana Menteri Michael Callow harus tayang langsung di seluruh stasiun TV di Britania Raya, berbayar maupun tidak dan… Tidak!”

Sussanah kembali menangis. Sambil tersedu-sedu dia berusaha mengucapkan tuntutan dari penculik.

“Di seluruh stasiun tv berbayar maupun tidak dan bercinta dengan babi!”

Gila! Akhir dari video tuntutan membuat pikiran saya tercampur aduk. Emosi dan ketegangan yang dibangun sepanjang adegan menjadi absurd dan lucu karena tuntutan yang begitu konyol.

Salah satu staf mengatakan video tersebut benar-benar nyata. Callow masih bingung, menebak-nebak siapa penculiknya dan mengapa memberikan tuntutan sejenis itu. Seluruh staf kementerian terus berusaha melacak darimana video tersebut berasal, namun usaha mereka gagal.

Callow memberikan perintah bahwa Putri Sussanah harus ditemukan, tanpa seorang pun di luar ruangan tersebut mengetahui video tuntutan kecuali tim inti yang akan melacak keberadaan tuan putri.

“Video ini sudah tersebar di luar,” potong salah satu staf.

“Jika ada yang mengungkit, tutup mulutnya! Keluarkan semua protokol D-Notice,” Callow menanggapi pernyataan stafnya sembari mengumpat.

Baca juga  Dangkalnya Pemahaman Politik Islam  

“Video ini diunduh dari Youtube, diunggah sejam yang lalu melalui IP yang terenkripsi.”

“Singkirkan video tersebut!”

“Kami sudah mencobanya, tapi tak bisa mengendalikan duplikat dan penyebarannya,” stafnya kembali menjelaskan bahwa video tersebut telah diunggah dalam akun Youtube bahkan juga selain Youtube sebanyak tujuh kali dan ditonton sekitar 50 ribu orang. Media massa berusaha memberitakannya tapi terhadang protokol D-Notice yang telah dikeluarkan oleh staf kementerian.

Callow menanggapi reaksi masyarakat

“Oh! Fucking internet!”

Adegan tersebut ditutup dengan umpatan Si Perdana Menteri beserta staf yang kebingungan menanggapi reaksi masyarakat dan video tuntutan.

Sementara media massa kebingungan apakah harus menaati D-Notice atau memberitakan video tuntutan. Perdebatan panas terjadi di ruang redaksi kantor berita UKN. Di satu sisi, berita tersebut memiliki nilai jual tinggi namun, di sisi lainnya, pemimpin redaktur merasa perlu untuk menaati protokol D-Notice agar penyelamatan Sussanah dapat berjalan lancar. Akhirnya perdebatan diakhiri dengan kabar bahwa media besar lain telah memberitakannya.

Beberapa pengamat geopolitik dan terorisme menyatakan hal ini menjadi terorisme gaya baru. Ada yang mengaitkannya dengan Arab spring, ada yang menyatakan tuntutan ini tidak berkaitan dengan jihadis karena babi bagi mereka adalah hewan yang najis.

Kantor perdana menteri tidak kalah heboh dan berusaha bergerak cepat mengusut siapa dalang dibalik penculikan. Salah satu kampus yang telah ditutup sejak 2010 dicurigai menjadi tempat penculik setelah seorang ahli IT melacak dimana video tersebut diunggah.

Di sisi lain, salah satu staf kementrian bernama Alex secara diam-diam memerintahkan salah satu pemain film porno untuk menggantikan Callow. Hal itu diketahui oleh penculik dan video teror kembali dikirim. Video tersebut menampilkan pemotongan jari Sussanah oleh penculik yang mukanya ditutup.

Setelah kejadian itu, jajak pendapat yang dilakukan secara online menunjukkan bahwa 86 persen orang meminta Callow untuk melakukan tuntutan si penculik.

Callow semakin panik ketika ternyata operasi penyergapan pencuri di kampus yang terduga, gagal. Kampus tersebut bukanlah tempatnya.

Film mulai menuju adegan klimaksnya. Michael Callow menuju lokasi shooting bersama para staf. Perjalanan Callow ke lokasi tidak luput dari awak media. Sesampainya di ruangan shooting, Perdana Menteri menghadap kamera dan mengatakan ia berharap Putri Sussanah akan selamat.

Di beberapa tempat umum, orang-orang menontonnya bersama-sama dan yang awalnya terlihat antusias menjadi simpati terhadap Callow. Hal tersebut menjadi kejadian yang memalukan dan tak akan dilupakan seluruh warga Inggris dan rakyat internet.

Beberapa saat setelah itu, salah satu pegawai kementrian mengabari Alex bahwa Sussanah telah ditemukan setengah jam sebelum Callow berhubungan dengan babi. Namun, Alex menyuruh untuk merahasiakan hal tersebut.

Satu tahun setelahnya, UKN kembali memberitakan peristiwa fenomenal itu. Di hadapan media, Callow bersikap seakan-akan tidak terjadi apa-apa. UKN juga memberitakan seorang seniman yang membuat karya untuk memperingati kejadian yang mempermalukan perdana menteri. Hal lain yang diberitakan adalah penculik yang tersangka adalah Carlton Bloom, artis yang sebelumnya memiliki acara TV kontroversial.

Baca juga  Becoming
Callow sebelum berhubungan dengan babi

Episode pertama dari serial ini menggambarkan tentang realitas kita yang keadaannya cukup pelik. Pertama terkait masyarakat teknokratis. kaum dominan adalah kaum teknokrat yang mempunyai kuasa terhadap teknologi dan sains. Hal tersebut digambarkan dengan penculik yang mampu memanipulasi unggahan videonya sehingga tidak terlacak dan membuat kementerian Inggris kelabakan.

Perkembangan sains dan teknologi yang selalu dikatakan sebagai kemajuan peradaban nyatanya tidak selalu menguntungkan. Pengkultusan terhadap ilmu sains modern pada akhirnya melanggengkan ideologi teknokrat yang meminggirkan kaum-kaum yang tidak punya dominasi terhadap teknologi.

Kedua berkaitan dengan hubungan antar media dan konsumennya. UKN sebagai salah satu media mengalami situasi yang membingungkan. Terlalu banyak yang harus dipertimbangkan untuk menyiarkan sebuah berita. Ada pertimbangan terkait nilai jual, nilai berita, aturan main yang ditetapkan oleh pemerintah, masyarakat dan lain sebagainya.

Dalam masyarakat kita saat ini, media pun mengalami kebingungan yang sama dan berakibat pada ketidakjelasan informasi yang mengombang-ambing masyarakat
Di satu sisi, ada media yang berorientasi untuk meraup untung sepuas-puasnya.

Namun, media tersebut belum tentu menyediakan berita yang layak dikonsumsi. Di sisi lainnya, ada berita yang berusaha melakukan layanan terhadap publik, memerhatikan mutu jurnalisme dari berita yang dibuat, berjalan terseok-seok untuk terus hidup dan memproduksi berita.

Hubungan antara media dan konsumen semakin diperburuk dengan paradigma komunikasi kita saat ini yang dikatakan oleh Jean Baudrillard berdasarkan paradigma simulasi, banalitas dan kecepatan. Komunikasi yang dituntut berlangsung dalam tempo cepat menyebabkan kita berada pada keadaan yang disebut sebagai ekstasi komunikasi. Model komunikasi yang galau, penuh simbol namun dangkal makna.

Akhirnya, kita justru mencintai isu-isu apapun dengan segala keremeh-temehannya, tidak esensial dan tidak penting. Walaupun pada akhirnya penculik tertangkap, namun saya berpikir bahwa penculik tersebut sangat sukses melakukan aksinya. Tidak hanya membuat Michael Callow bersetubuh dengan babi. Dia juga berhasil memanfaatkan banalitas masyarakat untuk menyerang Callow tanpa perlu teror sana-sini.

Judul Film Black Mirror : The National Anthem | Produser Eksekutif Annabel Jones dan Charlie Brooker | Sutradara Otto Bathrust | Penulis Naskah | Pemain Charlie Brooker | Tahun 2011 | Negara Inggris | Durasi 44 menit | Pemain Ronny Kinnear, Lindsay , Donald Sumpter, Tom Goodman-Hill, Anna Wilson-Jones, Alastair Mackenzie, Chetna Pandya, Lydia Wilson | Pengupas Muhammad Sidratul Muntaha Idham

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of
%d blogger menyukai ini: