Risiko Eksploitasi Lingkungan dalam Pariwisata

  • 11
    Shares

Risiko Eksploitasi Lingkungan dalam Pariwisata lpmarena.com

Oleh: Tsaqif Al Adzin Imanulloh*

Sejauh ini, berbicara mengenai pariwisata tentu tidak bisa lepas dari lingkungan, keduanya saling keterkaitan. Lingkungan dan pariwisata memiliki korelasi yang erat namun juga berisiko pada kontradiksi, ketika pengembangan pariwisata dilakukan tanpa memerhatikan aspek lingkungan. Sudah seharusnya analisis dampak lingkungan dilakukan dalam proses perencanaan pembangunan sektor apa pun termasuk sektor pariwisata. Sehingga dalam pelaksanaannya akan memasukkan aspek-aspek preventif dan antisipatif dampak pembangunan terhadap pelestarian lingkungan.

Dalam kasus ini kita bisa mengambil dunia kepariwisataan Wonosobo sebagai sample. Sektor pariwisatanya sangat dekat dengan potensi alam dan tentunya ini merupakan poin tersendiri. Bagaimana kita dapat mengelolanya menjadi sesuatu yang bermaanfaat dan menyejahterakan masyarakat. Sayangnya seringkali kita lupa, tuntutan pengembangan berbasis peningkatan kesejaahteraan ini, sangat berisiko terhadap upaya-upaya yang kurang memerhatikan dampak lingkungan. Bahkan kemungkinan akan terjadi eksploitasi alam hanya untuk mendapat keuntungan ekonomi semata.

Seperti permasalahan lingkungan di kawasan Dieng yang merupakan kawasan wisata andalan Wonosobo, sejauh ini cukup menyita perhatian berbagai kalangan. Masalah Dieng sangat kompleks karena persoalan lingkungan, sosial, dan ekonomi saling tumpang tindih. Pada tingkat tertentu, sulit membedakan mana yang merupakan akar masalah maupun dampak dari tiga hal berikut; kerusakan lingkungan, ancaman kemiskinan, dan degradasi moral sosial. Dibutuhkan kerja keras semua kalangan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Upaya pemerintah harus didukung segenap komponen seperti pelaku usaha, swasta, pelaku pasar, berbagai lembaga termasuk Corporate Social Responsibility (CSR), serta yang paling penting adalah masyarakat Dieng sendiri.

Kepariwisataan ini seharusnya tidak hanya ditujukan untuk pengelolaan objek wisata dan sumberdaya manusia. Melainkan agar masyarakat memiliki kemauan untuk merespon inovasi pengelolaan dan teknologi dalam dunia kepriwisataan yang berorientasi pada konsep pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Baca juga  Perilaku Buruk Masyarakat Terhadap Lingkungan, Sebabkan Kerusakan Alam

Oleh karena itu, perlu pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan dalam sektor pariwisata, budaya, pertanian, dan lain-lain. Ada baiknya dilakukan pembaruan pada rencana induk pembangunan pariwisata, sehingga pembangunan pariwisata di kawasan Dieng lebih berbasis masyarakat.

Lingkungan memiliki korelasi positif dengan pembangunan di bidang pariwisata dan kebudayaan. Pariwisata berbasis lingkungan tentu memiliki usaha preventif terkait dengan pengendalian terhadap dampak lingkungan. Hal tersebut merupakan pilihan terbaik untuk mendapatkan hasil terbaik dan optimal dalam pengelolaannya.

Sektor lingkungan dan pariwisata diharapkan bisa senada seirama dan saling mendukung dalam menggapai keberlanjutan dan membuahkan kesejahteraan tanpa harus mengorbankan salah satunya. Tentu dengan mengikutsertakan partisipasi masyarakat, melibatkan multipihak, dan menggali kearifan lokal secara bijak dan bermartabat.

*Penulis merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga 2017 sekaligus Grand Finalis Pemilihan Mas Mbak Duta Pariwisata Wonosobo 2017

Gambar: rositaveris.blogspot.com

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of