Server Down lagi, Peserta PBT Mandiri Mengeluh

  • 8
    Shares

Server Down lagi, Peserta PBT Mandiri Mengeluh lpmarena.com

Ratusan calon peserta Paper-Based Test (PBT) Mandiri UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengeluhkan kinerja server kampus yang bermasalah saat mereka mengisi formulir pendaftaran. Aduan perihal masalah ini menumpuk di kolom komentar akun Instagram resmi UIN Sunan Kalijaga.

Dihubungi melalui Whatsapp pukul 07.16 WIB (12/7), Farida Dwi, calon peserta tes asal kabupaten Ngawi, Jawa Timur menjelaskan kesulitannya saat mengisi formulir pendaftaran PBT Mandiri. Rabu siang (11/7), Farida mulai meng-input data diri. Ketika melanjutkan pada laman berikutnya, akun Farida log out secara otomatis. Sekitar pukul 22.00 WIB dia kembali log in dan hanya berhasil sampai laman kesehatan. Dua jam berikutnya dia mencoba kembali dan hanya berhasil pada laman data orang tua. Setelah itu kembali log out secara otomatis dan tidak bisa kembali log in.

“Terus pas log in lagi jawabannya, maaf ini tidak pada tanggal pengisian,” jelas Farida mengutip pemberitahuan di website.

Hal yang sama juga dikeluhkan Aditya Kurnia Putri, calon peserta PBT Mandiri asal Yogyakarta. Nia yang tidak lolos di Ujian Mandiri Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN) pada 10 Juli lalu, segera mendaftar PBT Mandiri di UIN Sunan Kalijaga, mengingat tanggal 11 Juli pendaftaran ditutup. Namun ketika melakukan input data peserta, server bermasalah.

“Kalo dari laptop log in bisa, cuma waktu ngisi formnya loadingnya bikin gila,” tuturnya melalui pesan Whatsapp.

Meskipun sekitar pukul 14.00 WIB lewat bidang Admisi UIN Sunan Kalijaga mengeluarkan pengumuman bahwa batas waktu pendaftaran diperpanjang sampai tanggal 13 Juli, sampai malam server masih bermasalah. Terakhir, Nia kembali mencoba pada pukul tiga pagi dan kinerja server tidak lambat.

Baca juga  Rencana Musyawarah Besar PGMI se-Indonesia

“Itu nggak loading, tapi pagi ini belum tak verifikasi,” jelas Nia.

Menanggapi hal ini, kepala Admisi UIN Sunan Kalijaga, Ridwan menyatakan masalah tersebut sudah diatasi dengan memperpanjang waktu akses sampai tanggal 13 Juli. Adapun kasus yang ditemui beragam, dari user yang memang kurang memahami pengisian data tersebut sampai kinerja server yang lemot.

Menurut Ridwan, server kampus yang sedang dalam masa transisi dan belum bisa optimal diserbu oleh user yang begitu banyak menjadi faktor terbesar masalah ini.

Padahal berdasarkan pantauna ARENA, jauh sebelum meledak pada Mei lalu, server kampus memang kerap down ketika volume user tinggi.

“Akhirnya kemarin sempat down beberapa jam,” ungkapnya kepada ARENA saat dihubungi melalui sambungan telepon tengah hari tadi.

Dia juga menambahkan, jika kasus tersebut terulang pada batas waktu yang telah diperpanjang, Admisi akan tetap melayani aduan. Namun menurutnya, hal tersebut tidak dilakukan secara terbuka karena akan mengundang banyak user lagi dan menggeser schedule Admisi berikutnya, seperti persiapan dan pelaksanaan tes.

Sementara itu, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD), Sofwatul ‘Uyun tidak menyatakan masalah tersebut disebabkan oleh server yang belum optimal. Traffic laman admisi.uin-suka.ac.id dalam 24 jam terakhir yang sangat tinggi, mencapai 60,5 Gigabyte, mengakibatkan beberapa slip pembayaran yang diterima calon mahaisswa baru tidak tidak bisa muncul kode dan pinnya. ‘Uyun meminta agar pengguna bersabar.

“Karena yang akses ke sistemnya admisi sangat tinggi,” ungkapnya.

 

Reporter: Syakirun Ni’am

Redaktur: FIkriyatul Islami Mujahidiyah

Gambar: lpminstitut.com

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of