UIN akan Menggelar Konser Amal untuk Lombok

  • 1
    Share

UIN akan Menggelar Konser Amal untuk Lombok

Lpmarena.com“UIN Sunan Kalijaga akan melakukan penggalangan dana untuk korban gempa bumi di Lombok,” ungkap Waryono Abdul Ghofur Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Kamis siang (09/8) di parkiran Student Center UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penggalangan dana akan dilakukan dalam berbagai cara, salah satunya konser amal  yang dikoordinatori Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PSM Gita Savana pada Senin malam (20/8) di gedung Prof. R.H.A. Soenarjo, S.H. UIN Sunan Kalijaga (Convention Hall).

Waryono mengatakan pihaknya mendapatkan surat edaran Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 5437 /SJ/B. VI/I/Kp.01.2/08/2018  tentang Tanggapan Darurat Gempa NTB. Melalui surat bertanggal 07 Agustus 2018 tersebut Rektor UIN/IAIN/IHDN, serta yang bekerja dibawah naungan Kemenag dihimbau agar dapat memberikan bantuan untuk korban bencana gempa bumi di NTB dan sekitarnya.

“Memang respon UIN ini relatif terlambat, karena rektor tidak ditempat. Jadi kita yang mendorong dari bawah dengan mengkoordinir semua UKM untuk menggalang dana dengan inisiatif masing-masing,” terangnya.

Belladiena Herdiani selaku ketua PSM Gita Savana mengatakan, “Akan disediakan 300 lembar tiket seharga 25.000 per lembar, serta diperbolehkan mendonasikan uang atau barang pada saat itu.” Bersama Sanggar Nuun, teater ESKA, Yudha “Afapika” dan Vira Choliq, Sanggar Seni Notoyudan, Adab Dance Community, Kalimasada, serta Theresia Andari; PSM Gita Savana akan mempersembahkan konser amal dengan tema Charity Concert for Lombok.

Sebelumnya, pada pada Rabu (8/8) Waryono mengadakan rapat bersaama 20 UKM. Dia menghimbau agar semua UKM melakukan penggalangan dana untuk korban bencana gempa bumi. Dana tersebut akan dikumpulkan di bagian Kemahasiswaan untuk kemudian disalurkan melalui Yayasan Pasir Putih di Lombok. “Karena memang di sekitar yayasan itu ada 2.000 orang yang mengungsi,” ungkap Bella.

Baca juga  Mempelajari Gempa Bumi dengan Sains

Septiana Hanif Tri Armananti anggota UKM Mahasiswa Pecinta Alam Sunan Kalijaga (Mapalaska) menuturkan sejak tanggal 6 sampai 13 Agustus pihaknya masih melakukan penggalangan dana atas inisiatif sendiri. Penggalangan dana dilakukan di kampus, lampu merah, serta sebaran pesan di media sosial. Namun menurutnya, hingga saat ini dana yang terkumpul dari cara tersebut masih relatif sedikit.

Waryono mengatakan Forum Wakil Rektor III juga menggalang dana. “Saya menarget satu wakil rektor itu satu juta minimal. Jadi ada 58, berarti insya’allah akan terkumpul Rp 58.000.000, ” tuturnya. Penggalangan dna tersebut dibatasi hanya sampai Jum’at (17/8). Jika ada wakil rektor yang melewati batas waktu, maka akan masuk daftar blacklist. Adapun bantuan dari wakil rektor yang diblacklist tidak bisa disalurkan melalui Kementerian.

Sebagaimana diberitakan oleh Kompas.com pada Minggu (12/8), Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo menyatakan, melalui keterangan tertulis yang diterimanya, hingga Sabtu (11/8) jumlah korban meninggal akibat bencana gempa bumi Lombok dan Bali mencapai 392 orang.

Selain itu hingga Minggu (12/8) pukul 15.00 Wita, sejak gempa berkekuatan 7 SR mengguncang Lombok dan sekitarnya, tercatat terjadi gempa susulan sebanyak 576 kali. Sutopo memperkirakan hingga empat minggu ke depan gempa susulan masih terjadi.

Reporter: Sholehatul Inayah dan Akhmad Faridhoh

Redaktur: Syakirun Ni’am

Foto: Ahmad Subaidi/Antara

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of