PBAK Molor di Hari Pertama

  • 23
    Shares

PBAK Molor di Hari Pertama

Lpmarena.com- Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) mengalami kemoloran di hari pertama. Hal ini disebabkan keterlambatan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yudian Wahyudi sebagai pemateri Pembinaan Mental dan Spiritual terhadap mahasiswa baru yang dilaksanakan di Laboratorium Agama (masjid kampus) serta adanya perubahan rundown di lapangan.

Dalam rundown acara, Pembinaan Mental dan Spiritual seharusnya dimulai pukul 06:30 WIB kemudian dilanjutkan dengan pembukaan PBAK pukul 08:00 WIB. Namun karena acara tersebut molor, pembukaan PBAK baru dimulai pada pukul 09:40 WIB.

Keterlambatan Yudian disebabkan karena ia baru selesai dari sebuah acara di Pontianak pada malam sebelumnya dan harus langsung pergi lagi ke Jakarta pada pukul 09.00 WIB. Padahal berdasarkan rundown, Yudian memberikan pidato sambutan pada sesi pembukaan PBAK.

“Sebelumnya beliau sudah tahu acara PBAK ini dan sudah diingatkan,” papar Waryono saat ditemui ARENA selepas pembukaan PBAK Senin (27/08) di Gedung Prof. M. Amin Abdullah (Multi Purpose).

Karena jadwal penerbangannya ke Jakarta, kemudian Yudian mengisi Pembinaan Mental dan Spiritual sekaligus pidato sambutan di Laboratorium Agama. Hal itu menyebabkan miskomunikasi antara panitia universitas dengan panitia fakultas. Saat Pembinaan Mental dan Spiritual masih berlangsung, sebagian panitia fakultas sudah menggiring mahasiswa baru (maba) menuju Gedung Prof. M. Amin Abdullah untuk mengikuti acara selanjutnya.

“Jadi, miskomunikasinya itu dari pihak rektor menyangka jika acara yang di masjid keluarnya jam setengah sembilan sedangkan di rundown setengah delapan sudah harus keluar,” jelas Risa Maulida, koordinator divisi acara Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Pertama kali keluar dari masjid adalah maba Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, disusul Fakultas Syariah dan Hukum. Risa menjelaskan jika panitia fakultas mendapat aba-aba dari panitia universitas. “Kami dapat aba-aba dari panitia universitas yang ada di belakang untuk keluar karena waktunya sudah sampai,” ujarnya saat ditemui ARENA di Fakultas Tarbiyah Selasa (28/08).

Baca juga  Dana Tak Cair, KCF 2015 Nyaris Bubar

Hal itu sempat membuat Yudian marah karena maba tidak mengikuti acara sepenuhnya. Maba Fakultas Syariah dan Hukum yang juga keluar meninggalkan acara setelah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan menjadi titik kemarahan rektor UIN tersebut.

Ayu selaku koordinator divisi acara Fakultas Syariah dan Hukum menanggapi, mareka hanya mengikuti teknik lapangan (Teklap) yang sudah dilakukan. “Sesuai teklap itu setelah Fakultas Tarbiyah keluar maka langsung disusul oleh Fakultas Syariah,” paparnya.

Ketua PBAK I, Ahmad Rifaldi M, menjelaskan, awalnya rektor menginginkan pembukaan PBAK dilaksanakan di masjid agar berbarengan dengan acara yang dia isi. Karena setelah acara itu ia harus keluar kota. Sementara jika pembukaan masih dilakukan di tempat lain akan menghabiskan banyak waktu.

Sayangnya, beberapa peserta sudah ditarik ke Gedung Prof. M. Amin Abdullah sebelum Yudian selesai mengisi acara. Hal itu dilakukan karena pihak panitia mengejar rundown yang telah ditetapkan universitas.

“Makanya tadi agak berhenti karena miskomunikasi itu,” pungkasnya.

Dampak terhadap Sosialisasi UKM

Kemoloran waktu tersebut merembet sampai jadwal Sosialisasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Jadwal yang seharusnya dimulai pukul 13:45 WIB molor hingga 14:26 WIB. Septiana Hanif Tri Armanantri selaku ketua Forum Komunikasi (Forkom) 20 UKM bertindak agar kejadian tahun lalu tidak terulang kembali, yaitu penarikan peserta sebelum sosialisasi selesai. Ia kemudian membuat surat perjanjian agar peserta tidak ditarik keluar sebelum acara sosialisasi selesai. Namun surat itu ditolak oleh Waryono.

Mahasiswa yang aktif di UKM Mapalaska itu menambahkan bahwa pihak UKM dan Waryono menyepakati bahwa sosialisasi UKM selesai pada pukul 17:00 WIB. Kenyataannya pada pukul 16:26 WIB peserta dari salah satu fakultas sudah ditarik keluar gedung, padahal sosialisasi UKM belum selesai. “Itu kan merugikan kita dari pihak UKM,” jelas Ian menyayangkan tindakan panitia PBAK kepada ARENA saat ditemui di Student Center (SC) Selasa (28/08).

Baca juga  PBAK dan Hilangnya Demokratisasi Kampus

Dia berharap jika sosialisasi UKM masih penting untuk dilakukan, maka pihak kampus harus menyediakan banyak waktu. Karena menurutnya selama ini sosialisasi UKM selalu diberi waktu yang kurang sehingga sosialisasi per UKM kurang maksimal. “Harus ada dukungan dari pihak rektorat untuk sosialisasi UKM kedepannya,” harapnya.

Reporter: Ach Nurul Luthfi

Redaktur: Fikriyatul Islami M

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of