Bait Sastra Sumenep Madura

  • 2
    Shares

Bait Sastra Sumenep Madura lpmarena.com

Oleh: Ubay Ananta*

KEPADA MATAMU

Kepada matamu yang sayu memenjarakan rindu

Bisakah aku tinggal dan berdiam

Menghabiskan sisa usia dan kehampaan

Dari ribuan jarak yang mencipta sunyi

Aku masih diam-diam memanjatkan doa

Di tengah perkampungan

Tempat hujan merumahkan air mata

Aku ingin mengistirahatkan pertanyaan-pertanyaan

Yang tak kunjung menemukan jawaban

Tentang takdir yang mungkin tertukar

Kepada matamu yang menyimpan danau

Aku ingin tinggal dan berdiam

Sumenep, 2017

 

PADA SEBUAH RUANG

Ada yang menyamarkan bunyi di balik pintu

Semacam kesangsian yang gagal dijelaskan

Apakah kata-kata telah mengabadikan diri jadi diam?

Ada yang bergumam lirih
; Seperti angin yang menyoal segala ingatan

Pada sebuah ruang tak bernama

Aku berdiri pada bayanganku sendiri

Sambil merentangkan sebaris halaman yang hilang

Terkubur tanpa batu nisan

Sumenep, 2017

 

SEBOTOL PERJAMUAN

Denting waktu dan segelas takdir di malam hari

Di persimpangan jalan antara mata dan kata-kata

Adalah sebotol perjamuan yang dirayakan

Sebagai sebuah kabar sunyi dari angin

Asap mengepul dari sisa usia yang berdebu

Menghianati garis takdir tangannya sendiri

Mari bersulang atas nama sunyi dan puisi

Sebelum semuanya kembali pada alam tetes

Yang nisbi

Sumenep, 2017

 

SECANGKIR KOPI

Setelah sunyi dan puisi

Kopi adalah kemesraan tanpa kekasih

Sumenep, 2017

 

SEBELUM SENJA TIBA

Kepada jendela yang menyimpan gerimis

Mendung menghitung hari di atas halaman

Di balik jendela engkau menyulam hujan

Menjadi pelukan bagi lelaki sampan

Sebelum senja tiba

Dengan tidak sengaja aku tenggelam

Dalam matamu yang sayu

Sambil melepaskan sebuah tanya yang samar

Apa kabar perempuan mandalawangi?

Di sebuah kamar kata-kata larut

Baca juga  Sajak untuk Bidadari Kecil

Menjadi kopi pada pernyataan cintamu dan cintaku

Ada yang bergetar

Semacam ketegangan waktu yang berhenti

Perlahan bayangmu tumbuh dengan hati-hati di kepalaku

Tanpa titik koma

Seperti sungai

Tempat burung merak dan bidadari mandi

Cempaka, 08-12-17

 

*Ubay Ananta: Lahir di Sumenep pada 01 Agustus, tepatnya di Desa Juruan Laok Batuputih Sumenep Madura. Alumnus PP. Raudhatul Muttaqien Batuputih. Menulis puisi semenjak duduk di bangku kelas II SMA Al-Iftitahiyah. Saat ini, tercatat sebagai Mahasiswa di Perguruan Tinggi Islam di STITA Sumenep semester III. Aktif bergiat di UKM Komunitas PELAR, Pabengkon Sastra, MSP, sekaligus aktivis PMII Komisariat STITA Sumenep

Foto: https://inspirasi.co

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of