Penjelasan atas Diselenggarakannya Seminar Politik Oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga

Penjelasan atas Diselenggarakannya Seminar Politik Oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga

  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares

Penjelasan atas Diselenggarakannya Seminar Politik Oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Lpmarena.com

Dalam beberapa terakhir ini, sejak rilisnya e-pamflet acara seminar politik bertema “Generasi Millenial di Pemilu 2019” yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) UIN Sunan Kalijaga menuai argumen publik yang sedikit liar dan miring.

Hal tersebut diakibatkan; pertama, dalam acara tersebut mengundang tokoh partai selaku praktisi politik sebagai narasumber, kedua, tercantumnya logo partai dalam e-pamflet tersebut, dan ketiga, ada anggapan publik bahwa acara tersebut ada maksud kampanye di dalamnya.

Anggapan publik yang menuai pro-kontra tersebut nyata-nyata adalah anggapan liar yang dalam hal ini perlu kami perjelas maksud dan tujuan diselenggarakan acara ini. Seminar politik yang diselenggarakan oleh DEMA-U, khususnya program kerja dari kementerian Politik dan Hukum DEMA-U adalah upaya untuk memberikan edukasi politik kepada mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang harus melek politik supaya tidak termakan pada arus gerakan politik saat ini yang rentan memecah-belah kehidupan bangsa.

Mengenai pro-kontra adanya anggapan kampanye partai politik ke dalam kampus yang dikemas dalam acara seremonial, perlu kami perjelas bahwa acara yang hendak kami lakukan terlepas dari kampanye partai politik. Kami sangat mengamini bahkan sebelum acara ini masih dalam tahap perencanaan telah melakukan kajian yuridis terhadap Undang-undang yang melarang adanya kampanye di dalam kampus di antaranya UU nomor 8 Tahun 2012 Pasal 86 Ayat 1 huruf (h), PKPU No 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum Pasal 69 Ayat 1 huruf (h), yang sama-sama berbunyi bahwa; Kampanye dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.

Tak hanya itu, anggapan miring soal acara tersebut mengalir dan jatuh pada anggapan bahwa tercantumnya logo partai pada pamflet dinggap “citra diri” dan melanggar hukum. Dalam hal ini, kami juga perlu memperjelas bahwa tercantumnya logo secara hukum jelas tidak melanggar aturan atau undang-undang yang berlaku, sebab di dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Pasal 1 Ayat 35 yang berbunyi: Kampanye Pemilu atau pihak yang ditunjuk oleh Peserta Pemilu untuk meyakinkan Pemilih dengan menawarkan visi, misi program dan/atau citra diri.

Artinya dalam UU ini yang melanggar hukum jika suatu partai tersebut akan dikenakan sanksi jika kampanye yang dilakukan secara kumulatif, dan kita bisa lihat bersama bahwa yang tercantum dalam e-pamflet hanya logo partai, tidak ada calon, tidak ada nomor urut, serta tidak ada visi misi. Sebab kita tahu bahwa seminar ini adalah murni untuk edukasi politik bagi mahasiswa.

Baca juga  Pemenang Sayembara Karikatur 2014

Dalam pencantuman logo yang selama ini menjadi perbincangan publik dan dianggap telah melukai moralitas publik atas adanya logo dalam pamflet. Kami akan memperjelas bahwa dalam pencantuman logo tersebut terjadi kekeliruan bahwa pamflet tersebut masih tahap penawaran kepada panitia, dan ternyata pamflet tersebut telah menyebar luas.

Artinya tersebarnya pamflet yang berlogo partai hanyalah kesalahan teknis semata. Namun bisa kita pastikan bersama bahwa di acara nanti tidak ada secuil pun logo partai yang terpampang dalam acara yang akan kami selenggarakan besok Rabu, 19 September 2018 di Teatrikal Fakultas Syari’ah dan Hukum, meski pada dasarnya adanya logo partai pun sudah jelas tidak menyalahi undang-undang.

Yogyakarta, 19 September 2018

Tertanda,

Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga 2018, Moh. Romli.

Komentar

komentar

1
Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of

[…] berita ini diterbitkan, Dema Universitas sudah mengedarkan surat klarifikasi bahwa pamflet yang beredar merupakan kesalahn teknis. Selain itu Dema juga menghadirkan pakar […]