Hari Tani Nasional, Refleksi Reforma Agraria yang Belum Selesai

Hari Tani Nasional, Refleksi Reforma Agraria yang Belum Selesai

  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares

Lpmarena.com- Memperingati Hari Tani Nasional 2018 Aliansi Peduli Petani (API) menggelar panggung budaya dan doa bersama untuk keselamatan bumi. Aksi ini merupakan lanjutan aksi long march sepanjang jalan Malioboro dan berakhir di Titik Nol Senin siang, (24/09).

Peringatan hari tani tersebut berisi panggung budaya, menampilkan puisi, musik dan orasi dari beberapa seniman seperti Kepal SPI, SPOER, Predator dll. aksi tersebut di gelar di pelataran Tugu Yogyakarta Senin petang.

Dalam acara tersebut API menyatakan akan terus menyuarakan suara petani, ketimpangan kepemilikan tanah, membangun dan merawat kelompok-kelompok solidaritas penggusuran dan berjuang bersama petani terdampak penggusuran New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA).

Selain menyatakan komitmennya, API juga menuntut 7 poin penting dalam aksinya di antaranya, mewujudkan reforma yang berkeadilan, stop pembangunan NYIA, dan revisi program pembangunan nasional agar berpihak pada rakyat yang belum terpenuhi. “Ada yang belum selesai dalam reforma agraria di Indonesia, jadi bukan sekedar seremonial peringatan,” Tegas Hiwaman Kurniadi, selaku penanggung jawab aksi.

Aksi panggung budaya API ini diharapkan mewujudkan konsolidasi, komunikasi dengan warga, gerakan mahasiswa dan sosial lain dalam mewujudkan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960 yang menurut Kurniadi belum berpihak pada rakyat.

“Kita gak muluk-muluk, karena UU PA sudah disahkan semenjak tahun 60 an, toh masih juga banyak sekali hambatan, banyak sekali pelanggaran yang terjadi,” Imbuhnya.

Nur salah satu mahasiswi yang hadir pada aksi tersebut berharap, masyarakat lebih peduli lagi terhadap kondisi petani di Indonesia. Saling membantu satu sama lain. “Ya semakin banyak warga-warga terutama di Yogyakarta yang peduli terhadap petani, terutama di Kulonprogo,” Paparnya.

Baca juga  Ceria Bersama Karung dan Sampah

Reporter: Bagus, Febry
Redaktur: Ajid FM

Komentar

komentar