Sedang Meliput, Anggota LPM Siar Dikeroyok Ormas

Sedang Meliput, Anggota LPM Siar Dikeroyok Ormas

  • 31
    Shares

Sedang Meliput, Anggota LPM Siar Dikeroyok Ormas

Lpmarena.comRepresi dan kekerasan terhadap jurnalis mahasiswa kembali terjadi. Kali ini dialami oleh Ahmad Kevin Alfirdaus, anggota Lembaga Pres Mahasiswa (LPM) Siar, Universitas Negeri Malang. Kejadian itu menimpanya saat meliput aksi damai Front Rakyat Indonesia dan Aliansi Mahasiswa Papua tentang “Roma Agrement Ilegal” di depan Pos Polisi Alun-alun Malang pada Mingu (30/09).

Kepada ARENA, Kevin menyatakan pada hari sebelumnya ia menerima undangan untuk meliput aksi tersebut. “Kami tidak boleh ikut dalam aksi,” jelas Kevin melalui panggilan WhatsApp tadi malam pukul 20.06.

Pada hari pelaksanaan, aksi yang akan diliput Kevin diwarnai penolakan dari organisasi masyarakat Pemuda Pancasila (PP) serta anggota Haris Budi Kuncahayo (HBK). Jumlah mereka sekitar 20 an orang.

Pada pukul 12:30, massa tiba dan berkumpul di depan Pos Polisi Alun-alun Kota Malang. Di tempat itulah kedua kubu bertemu. Setengah jam berikutnya, aksi hendak dimulai akan tetapi keadaan semakin memanas. Ormas mencoba menghalang-halangi mahasiswa Papua serta melakukan provokasi. Kemudian, terjadilah pemukulan terhadap salah satu peserta. “Ormas memukul awal,” tutur Kevin.

Melihat kejadian tersebut, Kevin bersama rekannya merekam secara dekat. Beberapa anggota ormas yang melihatnya kemudian mendatangi dan melakukan intimidasi. Mereka menganggap Kevin bagian dari Aliansi Mahasiswa Papua.

Menghadapi tekanan tersebut, Kevin bersama temannya berusaha menjelaskan bahwa mereka jurnalis dan sedang melakukan peliputan. Untuk menguatkan pernyataannya, Kevin bermaksud menunjukkan surat tugas liputan yang ada di dalam tas. Namun, penjelasannya tidak digubris. Kevin dikeroyok secara bergantian oleh beberapa anggota ormas.

Tidak hanya itu, mereka juga melontarkan pernyataan yang rasis. “Sambil berteriak kepada saya, kamu Papua, ya?” kata Kevin mengisahkan. Kemudian dia melanjutkan, “saya belum sempat menjawab, sudah dikeroyok.”

Baca juga  Di Tengah Biaya Kuliah Mahal

Akibat pengeroyokan itu, telinga kanan Kevin berdarah. Sementara rahang, kepala, paha dan dadanya mengalami luka memar. “Berturut-turut (pemukulan) itu. Lukanya yang berdarah di kuping aja, yang lainnya lebam-lebam gitu.”

Beruntung, dia segera diamankan pihak kepolisian yang bertugas. Saat itu, sekitar 30 an personil memang turut mengawal kegiatan tersebut. Bersama peserta aksi lainnya, dia diangkut menggunakan truk kepolisian menuju markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang. Sesampainya di Polresta Malang, mereka dilepaskan.

ARENA menghubungi Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Malang melalui pesan suara WhatsApp, pada pukul 20:36 WIB, (30/09). PPMI belum menyatakan sikap dan mengambil langkah-langkah tertentu. Mereka masih harus mengumpulkan data dan beberapa keterangan. Selain itu, mereka terlebih dahulu harus melakukan rapat dengan 26 LPM yang ada di Malang guna menyatukan paham dan pandangan.

“Besok, Senin sore (1/10) kami akan mengadakan rapat dengan 26 LPM di Malang. Hasilnya akan kami sampaikan nanti,” tutur Irmaya Merdiana, Koordinator Advokasi PPMI Kota Malang.

Namun, informasi susulan yang diberikan Irmaya, konsolidasi tersebut ditunda karena kronologi masih dalam penyusunan. Selain itu, data dalam kronologi juga mesti dipastikan dan bukti-bukti yang dikumpulkan perlu digali lebih dalam.

Kendati demikian, menurut Kevin dukungan berdatangan dari berbagai pihak. Di antaranya oleh lembaga pers mahasiswa di kampusnya.

Reporter: Hedi

Redaktur: Syakirun Ni’am

Sumber gambar: LPM Siar

Komentar

komentar