Jatuh Bangun Restorasi Website UIN

Jatuh Bangun Restorasi Website UIN

  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares

Jatuh Bangun Restorasi Website UIN

Lpmarena.com-Website UIN Sunan Kalijaga sempat down beberapa saat pada bulan Mei. Hal tersebut berimbas pada matinya server yang menyebabkan website UIN Sunan Kaliaga dan Sistem Informasi Akademik (SIA) tidak bisa diakses.

Shofwatun ‘Uyun kepala dari Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) menerangkan, hal tersebut terjadi karena ada kerusakan pada server.

Normalnya sekitar empat sampai lima tahun server harus diganti, agar kinerjanya tetap baik. Namun, server UIN sudah berumur tujuh tahun dengan pengadaan di tahun 2011. Di tahun 2016 PTIPD sudah membuat surat permohonan pada rektorat. Tetapi dalam bagian perencanaan terjadi kemoloran, dikarenakan kurangnya pengawalan dari pimpinan.

Ketika ditemui ARENA pada selasa (25/09)  di kantor PTIPD ‘Uyun menjelaskan bahwa pengadaan server baru memerlukan waktu yang panjang. “Agustus tahun 2017 sebenarnya sudah masuk dalam Rancangan Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKAKL),” tuturnya.

Karena tersisa empat bulan menjelang akhir tahun, ia tidak berani menganggarkan. “Dengan proses lelang yang panjang dan mendatangkan barangnya, karena semuanya impor,” imbuhnya.

‘Uyun menerangkan, untuk sekarang ini kampus sudah membelikan 6 klaster baru, 3 dititipkan di perusahaan Batam sebagai tempat untuk back-up data, sedang sisanya sudah berada di kampus. Namun 1 klaster rusak sebelum digunakan karena proses produksi yang kurang baik, sehingga harus dikirimkan kembali ke Hongkong.

Server penggantinya dikirim dari Meksiko pada tanggal 25 Agustus kemarin, berdasarkan laporan yang diterima pihak PTIPD. Walau begitu, mereka mengatakan untuk estimasi kedatangan bisa sekitar satu sampai duadua bu lamanya.

Meskipun website sudah bisa diakes, namun website masih menggunakan server yang lama sehingga belum pulih seratus persen seperti sebelumnya.

Baca juga  Obrolan Kamar Mandi

Bahkan data yang berada di server lama belum bisa diambil secara keseluruhan, “Pihak International Business Machines Corporation (IBM) bahkan sudah angkat tangan, server yang rusak diganti spare-part nya yaitu midplan agar server bisa dinyalakan,” ungkapnya.

Pihak IBM menyarankan untuk melakukan install ulang, namun dari PTIPD tidak ingin hal itu dilakukan karena dapat menghapus data secara total.

Sebagai tindakan pencegahan kedepannya PTIPD mengusahakan back-up data dengan 3 klaster yang diletakkan di perusahaan Batam. Sehingga, ketika server utama di kampus tidak bisa diakses website masih bisa digunakan dengan pengalihan server disana. Selain itu, PTIPD telah mendapatkan uninterruptible power supply (UPS) sebagai alat back-up listrik ketika PC mati atau kehilangan energi dari sumber utamanya. UPS tersebut diketahui mati pada bulan Maret.

Selain usia server yang tua, UPS juga faktor pemicu downnya website UIN. UPS yang dimiliki UIN memiliki umur yang sama dengan server UIN, dimana pengadaanya dilakukan secara bersamaan di tahun 2011. “Di bulan Maret sampai Mei kan daerah sekitar Sapen sering terjadi pemadaman listrik, UPS yang biasanya mengcover sampai 7 jam, kemarin hanya mampu mengcover selama 1 jam,” ucap Uyun.

Kejadian matinya UPS tersebut segera dilaporkan pada pihak rektorat, dan kampus menganggarkan dana sejumlah 1 milyar untuk pembelian UPS baru.

Dengan tindakan pencegahan tersebut, dan dengan klaster yang merupakan mesin dari generasi terbaru, ‘Uyun optimis bahwa kedepannya PTIPD mampu mencukupi kebutuhan civitas akademika UIN selama 4 tahun kedepan. “Harapannya dengan server baru ini pengisian KRS tidak perlu dijadwalkan per prodi, perpindahan SIA ke server baru juga akan menjadikannya lebih powerfull untuk digunakan,” pungkasnya.

Reporter: Dian Latifah, Sholehatul Inayah

Baca juga  Rush Money 25 November: Untung Atau Rugi

Redaktur : Ajid FM

Komentar

komentar