AJI Tuntut Jokowi Cabut Remisi I Nyoman Susrama

AJI Tuntut Jokowi Cabut Remisi I Nyoman Susrama

  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

AJI Tuntut Jokowi Cabut Remisi I Nyoman Susrama

Lpmarena.com Aksi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta di titik nol kilometer Kamis (24/01) menuntut pencabutan keputusan remisi kepada I Nyoman Susrama selaku pembunuh wartawan Radar Bali, AA Gede Bagus Narendra Prabangsa. Aksi yang beraliansi dengan jaringan masyarakat sipil serta Perhimpunan Pers Mahasiswa ini menyayangkan perubahan hukuman seumur hidup Susrama menjadi hanya 20 tahun penjara. 

Dalam sidang pengadilan negeri Denpasar 15 Februari 2010, hakim menghukum Susrama dengan vonis penjara seumur hidup. Walaupun sebelumnya jaksa sebenarnya menuntut hukuman mati. Upaya untuk melakukan banding ke Pengadilan Tinggi kala itu tidak membuahkan hasil. Keputusan ini diperkuat oleh hakim Mahkamah Agung pada 24 September 2010.

Namun tertanggal 7 Desember 2018 Susrama mendapat pengurangan masa pidana berdasarkan pada UU No. 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Seumur Hidup Menjadi Pidana Sementara.

Menurut AJI, kasus seperti ini tidak hanya sekali saja terjadi. Ada banyak kasus pembunuhan jurnalis Indonesia yang tidak diulik. Sehingga tidak ada payung hukum yang jelas untuk perlindungan jurnalis.

Dari sekian banyak kasus, pembunuhan Prabangsalah yang baru diusut. Sedangkan delapan kasus serupa terbengkalai akibat penegak hukum yang lamban dan tidak serius dalam menindaklanjutinya.

“Jika penegak hukum mau serius, mau kasus apapun saya kira bisa. Tapi kemudian mengapa untuk kasus-kasus seperti ini, dia (hukum) begitu lamban. Jika rezim hari ini serius dalam kebebasan pers seharusnya ia (hukum) juga bergerak dalam mengusut kasus-kasus jurnalis lainnya,” ujar Tommy Apriandito selaku koordinator aksi (24/01).

Pemerintah Kurang Memperhatikan Hak Asasi Jurnalis

Presiden Joko Widodo melalui keputusannya justru memperlihatkan kemunduran hukum di Indonesia. Khususnya mengenai perlindungan hak asasi terhadap jurnalis.

Baca juga  50 Mahasiswa UIN Suka Ikuti PIONIR VII di IAIN Palu

“Saya pikir ini harus dikritisi jangan sampai kemudian ini menjadi contoh yang bisa berulang pada kepemimpinan berikutnya,” komentar Pito Augustin Rudiana, perwakilan LBH Pers Yogyakarta (24/01).

Ia mengatakan, langkah pemberian remisi adalah kemunduran dan kemandulan upaya penegakan hukum serta mengancam kebebasan pers di Indonesia.

Diketahui usulan dari pihak Susrama untuk mendapatkan remisi sudah dilakukan lima tahun lalu. Berhasil mendapat respon pemerintah dengan pertimbangan berperilaku baik dan menjadi contoh bagi narapidana lain.

Namun pertimbangan ini dirasa kurang tepat. Mengingat hasil penyelidikan polisi, pemeriksaan saksi, dan barang bukti di persidangan menunjukkan bahwa Susrama adalah dalang dari pembunuhan. Ia memberi instruksi anak buahnya untuk menjemput Prabangsa di Taman Bali, Bali pada 11 Februari 2010 lalu.

Desak Presiden untuk Bertindak Tegas

AJI yang mulai jumat (25/01) akan menggelar aksi serupa di 30 titik daerah di Indonesia, mendesak Presiden untuk segera bertindak dalam kurun waktu tujuh kali 24 jam. Jika tidak terpenuhi maka aliansi menyatakan dengan tegas bahwa Joko Widodo adalah musuh terhadap kebebasan pers sekaligus pemberantasan korupsi.

Upaya lain yang ditempuh AJI Yogyakarta untuk memperkuat pernyataan sikapnya atas janggalnya kasus ini adalah pernyataan untuk mengirimkan surat langsung kepada Presiden Jokowi.

“Kami akan mengirim surat kepada presiden. Karena bagaimanapun keputusan ini melalui presiden,” tegas Pito Augustin Rudiana.

Reporter: Sekar (Magang)
Redaktur: Fikriyatul Islami M

Komentar

komentar