Fakultas Adab Terlambat Bagikan Sertifikat PBAK

Fakultas Adab Terlambat Bagikan Sertifikat PBAK

  • 13
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    13
    Shares

Lpmarena.com-Kekecewaan mahasiswa Fakultas Adab dan Ilmu Budaya (FAIB) angkatan 2018 muncul saat sertifikat Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) sebagai bukti kelulusan terlambat dibagikan. Semestinya sertifikat tersebut dibagikan pada semester ganjil, sesuai prosedur pembagian. Prosedur pengambilan sertifikat PBAK dilakukan dengan menemui Tata usaha (TU), kemudian menyebutkan Nomor Induk Mahasiswa (NIM).

Namun petugas TU Fakultas Adab mengatakan bahwa sertifikat belum ada. Rahmat selaku kepala TU mengungkapkan setifikat PBAK bukanlah wewenang TU, melainkan wewenang bagian kemahasiswaan. “Kami hanya mengurusi sertifikat SOSPEM,” ujarnya saat ditemui ARENA pada Rabu (20/02).

“Coba tanya langsung ke Wakil Dekan (Wadek) tiga, pak Tafrik,” imbuhnya.

Ketika dikonfirmasi, Tafrik menyatakan sertifikat PBAK sudah diserahkan pada pihak fakultas.

Sementara itu Boy Fendria Djatinka, Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan Universitas mengungkapkan, sektifikat PBAK FAIB sudah diserahkan ke fakultas. “Ada kok bukti serah terimanya,” tuturnya, Rabu (20/02).

Ia menjelaskan, sertifikat PBAK memang tugas bagian kemahasiswaan, namun pihaknya sudah menghubungi bagian TU tiap fakultas untuk mengambil sertifikat. “TU yang bertanggung jawab menyerahkan ke mahasiswa,” tegasnya.

Michael Musthafa mahasiswa jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) menyayangkan keterlambatan itu, karena menurutnya sertifikat itu penting untuk keberlangsungan studi, dan banyak dari temanya mengeluarkan tak sedikit biaya untuk PBAK. “Ada yang ngabisin sampe 500 ribu,” keluhnya, Sabtu (02/03).

Sementara itu Amel mahasiswi jurusan Ilmu Perpustakaan (IP) juga menyayangkan keterlambatan pembagian sertifikat. Karena menurutnya fakultas lain sudah lebih dulu mendapatkan sertifikat PBAK. Berbeda dengan Michael, Amel tak ambil pusing menanggapi hal tersebut, “Biasa aja sih, yaudah,” ujarnya, Jum’at (01/03).

Baca juga  Andy SW: Berani Berpikir Bebas dan Merdeka

Reporter: Rahmat Hidayat

Redaktur: Ajid FM

Komentar

komentar