Surga Tanpa Tuhan, Tadarus Puisi XX Teater Eska

Surga Tanpa Tuhan, Tadarus Puisi XX Teater Eska

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Tadarus Puisi XX Teater Eska
Tadarus Puisi XX Teater Eska

Membaca kembali syair Abu Nawas,

Aku senantiasa mendengar dan terus begitu, sampai aku mati di mana yang lain masih hidup. …. sementara hubungan yang kutekuni dengan-Mu hanya harapan yang miskin.

Dari tema “Kritik Atas Formalisme Agama dan Sosial” tersebut, diturunkan judul Surga Tanpa Tuhan, dan secara garis besar bercerita bahwa sejak mula kita didefinisikan oleh suatu kerangka formal milik umum, yang kemudian merutin dalam keseharian kita. bahkan sejak awal kelahiran tidak ada yang bisa mengelak dari sekian bentuk formal tadi, dan itu pun bisa-bisa terbawa sampai mati. kerangka-kerangka tadi tersimpul dalam cara berpikir dan bersikap—yang entah disadari atau tidak—senyatanya terlembaga. cara berpikir dan bersikap ini memiliki variable turunan yang banyak sekali, seperti bagaimana kita beribadah, membangun relasi dengan orang lain, memberi nama pada diri sendiri, dan sebagainya.

Oleh sebab itu sesegera mungkin pertanyaan apakah keliru jika kita senantiasa dalam pusar rutinitas? patut dijawab guna menyingkap selubung rutinitas formal, atau katakanlah, untuk memilah hal-hal baik yang terkandung di dalamnya, agar kita tidak mengatakan “aku punya nama, dikenal dengan beragam nama yang menyiksaku sebab mencintaimu,” sebab mengamini rutinitas formal tanpa titik jeda.

Sutradara: Jauhara N. Azzadine

Aktor: Habiburrahman, Abdul Ghofur

Penari: Rabbani Ischak, Amin Nur Aini, Nevy Agustina, Sholikhul Akmalia

Ekstras Pemain: Rizki Zuriati, Wahyu Mukti Asri, Ahmad Kurniawan, M Abdillah, Mohammad Saleh, Imam Saefur Rahman, Romadhon MZ, Harik Giariyan Hafidz

Musik: Labiburrahman, Fandy Chord, Lailul Ilham, Ghoz TE, Aceng Romli, Rizki Zuriati, Wahyu Mukti Asri, Ahmad Kurniawan, M Abdillah, Mohammad Saleh, Imam Saefur Rahman, Romadhon MZ, Harik Giariyan Hafidz

Baca juga  Mengungkap Akar KDRT

Penata Cahaya: Suryadin Abdullah, ‘Oong Fa, Hanna Zakia

 

Detail Pementasan

Sesi I: Pertunjukan Teater

Sesi II: Sarasehan Seni

Garapan Pertunjukan: Teater surealis

Setting Panggung: Prosenium

Tempat Pelaksanaan: GelanggangTeater ESKA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Kapasitas Penonton: 500 orang

Waktu: Sabtu, 20 Juni 2015, pukul 20.00 – 22.00 WIB

 

Keproduksian Tadarus Puisi xx “Surga Tanpa Tuhan”

Pimpinan Produksi: Ahmad Kurniawan | Sekretaris: Abdul Ghofur | Bendahara: Habiburrahman | Dokumentasi: Aprilia Fatmawati, Imana Tahira, Priyonggo Ade Saputro | Humas: Romadhon Mz, Sabiq Ghidafian Hafidz, Habiburrohman Nawawi, M. Ikhsan Khumayri | Konsumsi: Annisa Ayu Latifah, Neneng Maryam, Hanna Zakia | Perlengkapan: Imam Saefur Rahman, Khoerul Ihsan Mubarok, Dewi Agustin, Irwan Mulia Suranto | Artistik: Putra Pamungkas, Tresna Maulana, Ahmat Sofyan, Waris Lakek, Shohifur Ridho Ilahi, Lutfi Az-Zahra | Keamanan: S. Huriyatul Maulidiyah, Lusia Ega Andriana, Efendi, Jorales, M. Pathor | Pelindung: Rektor Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta | Pembina: Al Makin, Ph. D. | Pengarah: Drs. Hamdy Salad, Drs. Otto Sukatno Cr, Dra. Labibah Zain, M.Lis. | Supervisor: Moh. Toyu, S. Sos. | Penanggung Jawab: Jauhara N. Azzadine (Lurah Teater Eska)

Komentar

komentar

Share:

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of